Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Pembangunan Dermaga Tanah Ampo Terkesan Dipaksakan, Ini Usul KPI Bali
Senin, 22 Mei 2017,
15:08 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pembangunan Dermaga Tanah Ampo Karangasem serasa dipaksakan karena dengan anggaran dana mencapai miliaran rupiah pelabuhan ini justru tidak produktif dan terkesan "aji mumpung".
Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) menyatakan saat pembangunan Dermaga Tanah Ampo Karangasem, pihaknya sempat memberikan saran secara informal pada pimpinan daerah tersebut kala itu. KPI menyatakan ketidaksetujuannya dengan pembangunan Dermaga Tanah Ampo. Sebab, dari sisi geografis dan konsep pembangunan pelabuhan masih tidak jelas.
[pilihan-redaksi]
Vice President KPI, I Dewa Nyoman Budiasa merasa selama sepuluh tahun ke belakang, pembukaan pelabuhan jadi hal latah. Hanya karena suatu wilayah mempunyai pantai lantas berbondong-bondong membuat pelabuhan.
"Sehingga dirasa adanya wasting money, anggaran berjuta-juta terbuang percuma untuk hal-hal tidak produktif seperti ini," tuturnya, Sabtu (20/5).
Dewa Budiasa menyatakan, keberadaan Dermaga Tanah Ampo sebenarnya itu bisa dikonsep ulang. Kemungkinan konsepnya harus diubah, pilihannya ada pada menjadikan dermaga ini sebagai full port untuk berlabuh kapal besar atau marina atau pelabuhan wisata untuk kapal kecil.
"Sebenarnya disana lebih tepat untuk pelabuhan marina, untuk wisata bahari bersandar kapal-kapal tidak besar. Sementara di Benoa, marina portnya sudah tidak memadai. Sampai saat ini hanya benoa yang bisa menampung kapal wisata, maka pengalihan harus segera dan Tanah Ampo harus jadi alternatif," sebutnya.
[pilihan-redaksi2]
Menurutnya, untuk membangun sebuah pelabuhan bukan hanya berdasarkan daerah itu dekat pantai. Ada hal-hal lain yang juga harus dipikirkan seperti arah angin dan kedalaman laut serta cuaca.
"Sistem navigasi Tanah Ampo juga tidak menunjang. Saat ini baru hanya Benoa saja yang memadai," sebutnya.
I Dewa Nyoman Budiasa menyimpulkan adanya pembangunan Dermaga Tanah Ampo sebagai sesuatu yang dipaksakan. Bahkan, kapal menurutnya juga terpaksa berlabuh disana. Usulnya, pembangunan dermaga agar mempertimbangkan semua aspek, terutama terminal.
"Saya mengusulkan kenapa tidak dibangun terminal-terminal bintang lima disambut tarian bali dan art shop yang nyaman," imbuhnya.
Menurutnya, kapal-kapal wisata atau pesiar datang ke Bali bukan karena pelabuhannya tapi karena pariwisata budanya. Maka, pelabuhan juga harus difungsikan sebagai tempat wisata. Sebab, rupa pelabuhan tidak menjadikan orang berhenti mengunjungi Bali melainkan wisata budayanya. [wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026