Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Bercanda Soal Perkosaan, Presiden Filipina Dikecam
Senin, 29 Mei 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Jakarta. Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali dikecam karena bercanda soal pemerkosaan dalam pidatonya pada tentara.
Saat berbicara di kamp militer setelah menerapkan darurat militer di seluruh bagian selatan negara tersebut, dan mengatakan bahwa mereka diperbolehkan memperkosa sampai tiga perempuan.
[pilihan-redaksi]
Ini adalah lelucon pemerkosaan kedua oleh Duterte yang banyak mendapat kecaman setelah dia mengumumkan niatnya menjadi presiden.
Sebuah kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa komentarnya itu 'memuakkan' dan Chelsea Clinton mencuit bahwa pemerkosaan tak pernah lucu, demikian lansir BBC.
Kalimat sebenarnya dari Duterte adalah, "Saya akan dipenjara untuk Anda. Jika Anda memperkosa tiga (perempuan), saya akan bilang saya yang melakukannya. Tapi jika Anda menikahi empat, bajingan, kamu akan dipukuli."
Chelsea Clinton, anak perempuan dari mantan presiden Bill Clinton dan kandidat presiden AS 2016 Hillary Clinton, menulis di Twitter bahwa Duterte adalah 'preman pembunuh yang tak menghargai hak asasi manusia' dan 'pemerkosaan itu tak pernah lucu'.

Phelim Kine dari Human Rights Watch mengatakan bahwa komentar presiden tersebut adalah 'upaya humor yang memuakkan' dan mengirimkan pesan pada tentara bahwa mereka boleh melakukan kekerasan hak asasi manusia saat menerapkan darurat militer.
"Komentar pro-pemerkosaan Duterte hanya membenarkan beberapa ketakutan terbesar dari aktivis hak asasi manusia bahwa pemerintahan Duterte bukan hanya akan menutup mata terhadap kekerasan hak asasi manusia di Mindanao, tapi juga akan secara aktif mendorongnya," ujar Kine.
Tokoh politik perempuan di negara tersebut, Gabriela, mengatakan lewat pernyataan, "Pemerkosaan bukan hal bercanda. Darurat militer dan semakin meningkatnya kerentanan terhadap kekerasan militer bagi perempuan dan anak-anak juga bukan bahan bercandaan."
Darurat militer diterapkan pekan lalu di Mindanao, Filipina selatan, di mana separatis Muslim dan kelompok pemberontak lain tengah melawan tentara.
Tahun lalu, Duterte bercanda akan pembunuhan dan pemerkosaan seorang misionaris Australia pada 1989. Menurutnya, dia adalah wali kota di kota tempat terjadinya peristiwa tersebut, dan dia seharusnya 'jadi yang pertama'.
Juru bicaranya, Ernesto Abella, mengatakan pada Sabtu (27/5/2017) bahwa Duterte menggunakan 'bravado yang dilebih-lebihkan', memberikan 'dukungan penuhnya bagi laki-laki dan perempuan berseragam', dan 'menanggung sepenuhnya aksi mereka'. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026