Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Terisolir, Satu Keluarga di Sidemen Alami Gangguan Jiwa
Rabu, 12 Juli 2017,
16:08 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Sungguh memperihatinkan kondisi yang dialami keluarga Samsyudin (60) salah satu warga Dusun Kampung Sinduwati, Desa Sinduwati, Sidemen, Karangasem. Di mana seluruh anggota keluarga Anak Kadri (35) dan Istrinya Armawati (50) mengalami gangguan jiwa sejak berpuluh-puluh tahun lalu.
Bahkan belakangan ini kondisi kejiwaan samsyudin sebagai tulang punggung keluarga juga ikut terganggu. Kondisi tersebut diperparah dengan situasi tempat tinggal yang jauh terisolir dari pemukiman dan berada di atas bukit tanpa listrik dan air bersih.
[pilihan-redaksi]
"Anak dan istri pernah dirawat di Bangli dua kali, anak pertama saya Junaidin 30 tahun sudah meninggal 7 hari lalu, sama mengalami gangguan jiwa juga," ujar Samsyudin.
Saat salah satu pendiri Seka Demen yang bergerak dibidang sosial I Nengah Suarya,SE mengunjungi kediaman Samsyudin yang berada nyaris tepat di atas bukit oleh warga Shindu menyebutnya Bukit Gerembeng terlihat memang sangat memilukan.
Selain itu, akses jalan menuju rumah Samsyudin juga cukup sulit, yakni harus ditempuh dengan berjalan kaki mendaki bukit setinggi ratusan meter melewati jalur cukup terjal dan berlumpur. Bahkan saat ditengah perjalanan media ini sempat terpleset dan jatuh kelumpur.
Dengan melawati jalannya saja sudah terbayang seperti apa sulitnya hidup diatas bukit terlebih usia Samsyudin saat ini sudah tidak muda lagi. Samsyudin yang dulunya mengaku bekerja sebagai kuli panjat, kini tidak bisa berbuat banyak, pasalnya pekerjaan yang selama ini dilakoninya tersebut merupakan satu satunya pencaharian dan saat ini sudah tidak mampu lagi dijalani lantaran faktor usia yang sudah tua.
Kini di usia senjanya Samsyudin hanya bisa meratapi nasib, harus menafkahi istri dan seorang anaknya tanpa ada pekerjaan pasti. Selama ini Samsyudin hanya mengandalkan bantuan dari warga untuk makan sehari-hari.
Dirinya sangat berharap uluran tangan dermawan untuk membantu meringankan beban hidup yang dialami keluarganya, selain memang kondisi ekonomi yang jauh di bawah garis kemiskinan juga keadaan anak istri yang mengalami gangguan jiwa. [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026