Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Terisolir, Satu Keluarga di Sidemen Alami Gangguan Jiwa

Rabu, 12 Juli 2017, 16:08 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Karangasem. Sungguh memperihatinkan kondisi yang dialami keluarga Samsyudin (60) salah satu warga Dusun Kampung Sinduwati, Desa Sinduwati, Sidemen, Karangasem. Di mana seluruh anggota keluarga Anak Kadri (35) dan Istrinya Armawati (50) mengalami gangguan jiwa sejak berpuluh-puluh tahun lalu. 
 
Bahkan belakangan ini kondisi kejiwaan samsyudin sebagai tulang punggung keluarga juga ikut terganggu. Kondisi tersebut diperparah dengan situasi tempat tinggal yang jauh terisolir dari pemukiman dan berada di atas bukit tanpa listrik dan air bersih.
 
[pilihan-redaksi]
"Anak dan istri pernah dirawat di Bangli dua kali, anak pertama saya Junaidin 30 tahun sudah meninggal 7 hari lalu, sama mengalami gangguan jiwa juga," ujar Samsyudin.
 
Saat salah satu pendiri Seka Demen yang bergerak dibidang sosial I Nengah Suarya,SE mengunjungi kediaman Samsyudin yang berada nyaris tepat di atas bukit oleh warga Shindu menyebutnya Bukit Gerembeng terlihat memang sangat memilukan. 
 
Selain itu, akses jalan menuju rumah Samsyudin juga cukup sulit, yakni harus ditempuh dengan berjalan kaki mendaki bukit setinggi ratusan meter melewati jalur cukup terjal dan berlumpur. Bahkan saat ditengah perjalanan media ini sempat terpleset dan jatuh kelumpur. 
 
Dengan melawati jalannya saja sudah terbayang seperti apa sulitnya hidup diatas bukit terlebih usia Samsyudin saat ini sudah tidak muda lagi. Samsyudin yang dulunya mengaku bekerja sebagai kuli panjat, kini tidak bisa berbuat banyak, pasalnya pekerjaan yang selama ini dilakoninya tersebut merupakan satu satunya pencaharian dan saat ini sudah tidak mampu lagi dijalani lantaran faktor usia yang sudah tua.
 
Kini di usia senjanya Samsyudin hanya bisa meratapi nasib, harus menafkahi istri dan seorang anaknya tanpa ada pekerjaan pasti. Selama ini Samsyudin hanya mengandalkan bantuan dari warga untuk makan sehari-hari. 
 
Dirinya sangat berharap uluran tangan dermawan untuk membantu meringankan beban hidup yang dialami keluarganya, selain memang kondisi ekonomi yang jauh di bawah garis kemiskinan juga keadaan anak istri yang mengalami gangguan jiwa. [igs/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami