Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Kenya Bikin Bahan Bakar dari Kotoran Manusia
Jumat, 18 Agustus 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Nairobi. Sebuah perusahaan baru di Kenya berhasil mengubah kotoran manusia menjadi bahan bakar yang sangat bermanfaat.
Perusahaan itu mengolah kotoran manusia, kemudian dibakar dan hasilnya dicampur dengan serbuk gergaji dan gula tetes.
[pilihan-redaksi]
"Proses pembuatannya disebut karbonisasi, yaitu menambahkan konten karbon pada kotoran manusia itu. Kami menggunakan sebuah drum, yang diisi dengan kotoran yang dicampur air," kata John Iringu dari perusahaan penjernihan dan sanitasi air.
"Drum itu punya lubang-lubang kecil di bagian bawahnya, sehingga oksigen bisa masuk dalam jumlah terbatas dan ini akan membantu proses pembakaran kotoran tadi. Tapi tidak membuat kotoran itu menjadi debu sama sekali,"kata Iringu.
Kotoran manusia itu diubah menjadi bahan bakar, yang bukan hanya lebih murah, tapi juga lebih bersih dari batubara dan ramah lingkungan.
"Dengan cara ini kita bisa menghilangkan gas-gas yang berbahaya, dan sekaligus menghilangkan bau kotoran manusia itu. Bahan bakar baru ini aman untuk dipegang sambil kita melakukan proses berikutnya, yaitu menggiling dan mencetaknya menjadi briket yang berbentuk bundar," ujar Iringu.
Briket itu bisa terbakar lebih baik, dan lebih bersih dari batubara atau arang. Satu-satunya hambatan adalah meyakinkan orang supaya mau menggunakannya.
Tugas itu tidak mudah, tapi perusahaan berteknologi rendah itu punya cita-cita tinggi dan kini mereka sedang meningkatkan produksinya.
"Kami menargetkan hasil karbonisasi itu sebanyak 10 ton per hari, yang kemudian di cetak menjadi briket. 1 kg briket dijual dengan harga 50 sen, lebih murah dari arang, dan kini proyek itu mendapat dukungan dunia internasional. Kalau kita mau jujur, industri bahan bakar ini tidak akan pernah kekurangan bahan baku," kata para pakar. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2813 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026