Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kenya Bikin Bahan Bakar dari Kotoran Manusia
Jumat, 18 Agustus 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Nairobi. Sebuah perusahaan baru di Kenya berhasil mengubah kotoran manusia menjadi bahan bakar yang sangat bermanfaat.
Perusahaan itu mengolah kotoran manusia, kemudian dibakar dan hasilnya dicampur dengan serbuk gergaji dan gula tetes.
[pilihan-redaksi]
"Proses pembuatannya disebut karbonisasi, yaitu menambahkan konten karbon pada kotoran manusia itu. Kami menggunakan sebuah drum, yang diisi dengan kotoran yang dicampur air," kata John Iringu dari perusahaan penjernihan dan sanitasi air.
"Drum itu punya lubang-lubang kecil di bagian bawahnya, sehingga oksigen bisa masuk dalam jumlah terbatas dan ini akan membantu proses pembakaran kotoran tadi. Tapi tidak membuat kotoran itu menjadi debu sama sekali,"kata Iringu.
Kotoran manusia itu diubah menjadi bahan bakar, yang bukan hanya lebih murah, tapi juga lebih bersih dari batubara dan ramah lingkungan.
"Dengan cara ini kita bisa menghilangkan gas-gas yang berbahaya, dan sekaligus menghilangkan bau kotoran manusia itu. Bahan bakar baru ini aman untuk dipegang sambil kita melakukan proses berikutnya, yaitu menggiling dan mencetaknya menjadi briket yang berbentuk bundar," ujar Iringu.
Briket itu bisa terbakar lebih baik, dan lebih bersih dari batubara atau arang. Satu-satunya hambatan adalah meyakinkan orang supaya mau menggunakannya.
Tugas itu tidak mudah, tapi perusahaan berteknologi rendah itu punya cita-cita tinggi dan kini mereka sedang meningkatkan produksinya.
"Kami menargetkan hasil karbonisasi itu sebanyak 10 ton per hari, yang kemudian di cetak menjadi briket. 1 kg briket dijual dengan harga 50 sen, lebih murah dari arang, dan kini proyek itu mendapat dukungan dunia internasional. Kalau kita mau jujur, industri bahan bakar ini tidak akan pernah kekurangan bahan baku," kata para pakar. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026