Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
China Akan Batasi Ekspor Minyak ke Korea Utara
Senin, 25 September 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Beijing. China akan membatasi ekspor produk minyak sulingan ke Korea Utara mulai 1 Oktober 2017, kata kementerian perdagangan negara itu, mengonfirmasi partisipasi Beijing dalam sanksi baru PBB untuk mengendalikan negara tetangganya.
Dewan Keamanan PBB, termasuk China sebagai anggota tetap, menyetujui sanksi keras terhadap Pyongyang pekan lalu sebagai respons terhadap uji coba nuklir keenam dan paling kuat Korea Utara.
[pilihan-redaksi]
Washington awalnya berusaha menerapkan larangan minyak penuh, tetapi melunakkan sikapnya untuk mengamankan dukungan dari Rusia dan China --satu-satunya sekutu serta mitra dagang utama Korea Utara, yang bertanggung jawab atas sekitar 90 persen perdagangannya.
Dalam pernyataan di situs resminya pada Jumat (22/9/2017) malam, Kementerian Perdagangan China menegakan kembali persyaratan resolusi terbaru, menulis bahwa negara-negara anggota PBB tidak akan mengekspor lebih dari 500 ribu barel produk minyak sulingan ke Korea Utara dalam tiga bulan terakhir 2017, dan 2 juta barel setiap tahun mulai 2018.
"Otoritas pemerintah China akan mengeluarkan pemberitahuan berdasarkan situasi ekspor saat mendekati batas atas, dan berdasarkan data itu menerapkan larangan ekspor produk minyak sulingan ke Korea Utara untuk tahun tersebut," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
Kementerian menambahkan bahwa China telah mengeluarkan 'larangan menyeluruh untuk impor tekstil' dari Korea Utara, menegaskan kembali klausul lain dalam sanksi baru yang melarang perdagangan kain maupun pakaian.
China memasok bahan baku ke Korea Utara, tempat mereka membuatnya menjadi pakaian di pabrik-pabrik dengan tenaga kerja murah, dan hasilnya sering kali diekspor kembali ke China.
Para ahli mengatakan larangan impor tekstil dapat memotong sumber utama mata uang asing bagi Pyongyang, karena tekstil merupakan salah satu ekspor utama negara tersebut, yang diperkirakan para analis IHS Markit mencapai US$750 juta (sekitar Rp10 triliun) nilainya. [bbn/idc]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2786 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1967 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026