Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ngelawang Barong Bangkung untuk Pengungsi Gunung Agung
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kepedulian anak anak Karang Taruna Dharma Laksana, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan terhadap korban gunung agung ditunjukan dengan aksi kemanusiaan berupa ngelawang barong bangkung.
Hasil dari aksi ngelawang barong bangkung yang digelar Selasa (26/9/2017 ) itu akan diserahkan kepada pengungsi gunung agung yang tinggal sementara di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.
Ketua Karang Taruna Desa Kukuh, I Gede Yoga Sastrawan menggerakkan anggota sekaa teruna di 12 banjar adat dan anak-anak sekolah untuk mengetuk hati masyarakat peduli bencana Gunung Agung.
“Bukan berapa rupiah yang berhasil kami kumpulkan, tetapi seberapa besar kepedulian kita untuk sesama,” terang Yoga, Kamis (28/9/2017).
Dalam aksinya itu, kegiatan dibagi dua, ngelawang barong dan ngamen yang diselenggarakan berbarengan. Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut terkumpul dana sebesar Rp 2,3 juta.
Yoga menambahkan, aksi kemanusiaan itu mendapat dukungan dari anggota sekaa teruna yang tergabung dalam karang taruna dan Perbekel Desa Kukuh.
“Perbekel turun langsung ngelawang dan ngamen,” ungkap Yoga.
Baca juga:
Tradisi Ngelawang Barong Isi Liburan Sekolah
Sementara pada malam kebersamaan di Banjar Lodalang, secara spontanitas Sekaa Teruna Bhuana Dharma Putra menggelar aksi peduli Gunung Agung. Dana yang terkumpul sebanyak Rp 1.844.000.
“Dananya akan kami belikan barang untuk disumbangkan kepada pengungsi yang tinggal di banjar kami,” ungkap Kelian Dinas Lodalang, Ketut Sukayadnya.
Bantuan yang disalurkan disesuaikan kebutuhan pengungsi agar tepat sasaran.
Sementara Perbekel Desa Kukuh, Made Sugianto menerangkan, hingga Kamis kemarin jumlah pengungsi sebanyak 65 orang. Mereka tersebar di lima banjar masing-masing Banjar Dinas Lodalang, Banjar Dinas Tengah, Banjar Dinas Munggal, Banjar Dinas Tegal, dan Banjar Dinas Tatag. Para pengungsi telah mendapatkan bantuan dari masyarakat setempat, siswa di SDN 1, SDN 3, dan SDN 4 Kukuh, serta alumni SMAN 1 Penebel, Tabanan.
“Petugas Puskemas Marga II juga telah turun ke lokasi pengungsian untuk cek kesehatan para pengungsi. Bayi, balita, ibu hamil, dan lansia dipantau petugas kesehatan,” jelas Sugianto.
Ditambahkan, siswa pengungsi juga mulai belajar di dua SD dan SMPN 2 Marga di Kukuh. Di SDN 3 Kukuh ada 1 siswa pengungsi dari SDN 3 Datah, Karangasem dan di SDN 4 Kukuh ada 6 siswa pengungsi. Sementara di SMPN 2 Marga sebanyak dua siswa pengungsi. Mereka telah menggunakan pakaian seragam sumbangan dari guru setempat dan masyarakat.
“Anak-anak sekolah sudah mulai mengikuti pelajaran sejak Rabu (27/9),” terang Sugianto.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan