Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ngelawang Barong Bangkung untuk Pengungsi Gunung Agung
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kepedulian anak anak Karang Taruna Dharma Laksana, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan terhadap korban gunung agung ditunjukan dengan aksi kemanusiaan berupa ngelawang barong bangkung.
Hasil dari aksi ngelawang barong bangkung yang digelar Selasa (26/9/2017 ) itu akan diserahkan kepada pengungsi gunung agung yang tinggal sementara di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.
Ketua Karang Taruna Desa Kukuh, I Gede Yoga Sastrawan menggerakkan anggota sekaa teruna di 12 banjar adat dan anak-anak sekolah untuk mengetuk hati masyarakat peduli bencana Gunung Agung.
“Bukan berapa rupiah yang berhasil kami kumpulkan, tetapi seberapa besar kepedulian kita untuk sesama,” terang Yoga, Kamis (28/9/2017).
Dalam aksinya itu, kegiatan dibagi dua, ngelawang barong dan ngamen yang diselenggarakan berbarengan. Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut terkumpul dana sebesar Rp 2,3 juta.
Yoga menambahkan, aksi kemanusiaan itu mendapat dukungan dari anggota sekaa teruna yang tergabung dalam karang taruna dan Perbekel Desa Kukuh.
“Perbekel turun langsung ngelawang dan ngamen,” ungkap Yoga.
Baca juga:
Tradisi Ngelawang Barong Isi Liburan Sekolah
Sementara pada malam kebersamaan di Banjar Lodalang, secara spontanitas Sekaa Teruna Bhuana Dharma Putra menggelar aksi peduli Gunung Agung. Dana yang terkumpul sebanyak Rp 1.844.000.
“Dananya akan kami belikan barang untuk disumbangkan kepada pengungsi yang tinggal di banjar kami,” ungkap Kelian Dinas Lodalang, Ketut Sukayadnya.
Bantuan yang disalurkan disesuaikan kebutuhan pengungsi agar tepat sasaran.
Sementara Perbekel Desa Kukuh, Made Sugianto menerangkan, hingga Kamis kemarin jumlah pengungsi sebanyak 65 orang. Mereka tersebar di lima banjar masing-masing Banjar Dinas Lodalang, Banjar Dinas Tengah, Banjar Dinas Munggal, Banjar Dinas Tegal, dan Banjar Dinas Tatag. Para pengungsi telah mendapatkan bantuan dari masyarakat setempat, siswa di SDN 1, SDN 3, dan SDN 4 Kukuh, serta alumni SMAN 1 Penebel, Tabanan.
“Petugas Puskemas Marga II juga telah turun ke lokasi pengungsian untuk cek kesehatan para pengungsi. Bayi, balita, ibu hamil, dan lansia dipantau petugas kesehatan,” jelas Sugianto.
Ditambahkan, siswa pengungsi juga mulai belajar di dua SD dan SMPN 2 Marga di Kukuh. Di SDN 3 Kukuh ada 1 siswa pengungsi dari SDN 3 Datah, Karangasem dan di SDN 4 Kukuh ada 6 siswa pengungsi. Sementara di SMPN 2 Marga sebanyak dua siswa pengungsi. Mereka telah menggunakan pakaian seragam sumbangan dari guru setempat dan masyarakat.
“Anak-anak sekolah sudah mulai mengikuti pelajaran sejak Rabu (27/9),” terang Sugianto.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan