Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Gelar Sabha Upadesa, Rai Mantra Ajak Bahas Kota Tanpa Kumuh
Minggu, 10 Desember 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sabha Upadesa sebagai forum harmonisasi lembaga adat dan dinas terdiri dari forum bendesa adat, forum pekaseh, forum bendega, forum pecalang, dan forum perbekel/lurah dapat bergerak bersama bahas kota tanpa kumuh. Hal tersebut ditekankan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka pertemuan Sabha Upadesa, Minggu (10/12) di Pura Muterin Jagat Sidekarya.
[pilihan-redaksi]
“Pembahasan kekumuhan di Kota Denpasar sebagai salah satu langkah strategis pembahasan Sabha Upadesa dengan kriteria kekumuhaan Denpasar berbeda dengan kota lainnya di Indonesia," ujar Rai Mantra.
Meski telah diatur dalam Peraturan Walikota dan Peraturan Daerah Kota Denpasar, namun juga dibutuhkan sebuah langkah Sabha Updesa dalam pengaturan melalui awig yang ada. Pengaturan ini dapat dilakukan dengan mensosialisasikan kepada pemilik tanah pada saat mengontrakan tanahnya yang dapat mengarah pada rumah sehat. Seperti saat ini keberadaan kekumuhan di Kota Denpasar dengan lahan mengontrak yang tidak tertata dengan baik dapat menimbulkan kesan kumuh dan berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat.
Sosialisasi diharapkan kepada masyarakat pemilik lahan kontrakan dapat melaporkan kepada pihak desa/kelurahan yang dilanjutkan dengan penekanan lahan kontrakan mengarah pada rumah sehat. Langkah ini dapat ditindaklanjuti, sehingga secara bersama-sama mampu menekan angka kekumuhan di Kota Denpasar.
“Kita tidak melarang masyarakat mengontrakan lahanya, namun harus mengarah pada rumah sehat," ujar Rai Mantra.
Tidak saja membahas pada kekumuhan kota, namun juga dapat membahas permasalahan pungutan liar bersama kelompok ahli Pemkot Denpasar dan saber pungli yang dapat menjadi satu pemahaman bersama. Pelaksanaan perayaan Tahun Baru 2018, Hari Suci Saraswati, Nyepi, dan Hari Suci Siwalatri dapat juga dilakukan pembahsan. Hal ini nantinya menjadi kesepakatan dalam pelaksanaan dan disosialisasikan secara baik kepada masyarakat.
Disamping itu langkah Sabaha Upadesa juga dapat membahas penggunaan mercon, minum-minuman keras, dan mensosialsiasikan kepada masyarakat untuk tidak berfoto selfie pada perayaan hari suci Nyepi. Begitu juga Hari Suci Siwalatri yang diharapkan disetiap desa adat melaksanakan persembahyangan, hingga dharma wacana kepada masyarakat di pura desa setempat.
“Mari kembalikan fungsi desa pekraman sebagai pusat keagamaan, agar terlaksana etika bersama serta Sabaha Upadesa mampu mempererat adat dan agama menjunjung etika, susila, dan tatwa," ujar Rai Mantra.
Sementara Ketua Sabha Upadesa Denpasar Wayan Meganada mengatakan berbagai permasalahan di tingkat desa pekraman telah dilakukan pembahasan melalui konsolidasi Sabha Upadesa ditingkat kecamatan yang ada.
"Pembahasan tak terlepas dari kota tanpa kumuh yang harus segera kita lakukan penyelesaian bersama pimpinan OPD Pemkot Denpasar. Disamping itu pembahasan penting kali ini terkait dengan pungutan liar yang masih menjadi keraguan lembaga adat yang ada serta menghadirkan tim saber pungli dan pakar hukum yang ada," katanya. [bbn/dps/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026