Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Status Tanggap Darurat Dicabut, IMF-WB 2018 Tetap Digelar di Bali
Sabtu, 23 Desember 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan bersama Mentri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati mendatangi Posko Pemantauan Gunung Api Agung Rendang, Karangasem, Jumat (22/12).
Kedatangan Kedua menteri tersebut adalah untuk melihat secara langsung situasi Gunung Agung saat ini dan memastikan Bali tetap aman untuk menyelenggarakan Annual Meetings International Monetary Fund World Bank Group 2018 (AM 2018) pada 8-14 Oktober 2018 mendatang.
"Belajar dari pengalaman kemarin, kita sudah buat simulasi komputer disesuaikan dengan tahun 1963, bahwa hanya radius bahaya jika terjadi ledakan yakni 8-10 kilometer, maka dengan jarak 73 kilometer Denpasar Nusa Dua kecil kemungkinan akan terkena, jadi saya tegaskan dengan kondisi saat ini tidak ada terpikir untuk memindahkan acara tahunan tersebut," Kata Luhut B Pandjaitan kepada awak media.
Sementara panitia nasional untuk pertemuan tahunan tersebut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya percaya bahwa ini semua terkendali dan tertangani dengan baik. Semua persiapan sudah dilakukan seperti bagian akomodasi, komunikasi, keamanan dan transportasi.
"Kita optimis akan berjalan seauai jadwal. Walau ada kondisi seperti ini Kita tetap waspada terus melakukan memonitor aktivitas Gunung Agung dan selalu berkordinasi dengan internasional organisaien yang ada di Washington untuk menjelaskan sehingga mereka betul betul paham bahwa sejauh ini tidak ada perubahan jadwal apapun," ujarnya.
Di sisi lain, Luhut juga sempat menyatakan akan mengakhiri masa tanggap darurat bencana terkait situasi Gunung Agung. Dengan dicabutnya tanggap darurat maka trevel worning kemungkinan dicabut juga. Namun dengan dicabutnya status tanggap darurat tidak mengurangi perhatian kepada warga pengungsi pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementrian Sosial agar Beras tetap tersedia untuk pengungsi.
Kendati demikian diakui Luhut jika tanggap darurat tersebut dicabut maka Pemda tidak akan bisa mengeluarkan beras untuk pengungsi, sekarang pihaknya akan mencoba apakah Kementrian Sosial bisa mengeluarkan beras jika status tersebut dicabut.
Sementar disisi pariwisata, menurutnya pasca dikatakan pihaknya akan datang ke Bali sudah terjadi peningkatan kedatangan wisatawan. "Tentu nanti dampaknya akan berlanjut," terangnya. Sesuai intruksi dari Presiden, akses wisatawan yang datang ke Bali juga akan dipermudah.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026