Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Status Tanggap Darurat Dicabut, IMF-WB 2018 Tetap Digelar di Bali
Sabtu, 23 Desember 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan bersama Mentri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati mendatangi Posko Pemantauan Gunung Api Agung Rendang, Karangasem, Jumat (22/12).
Kedatangan Kedua menteri tersebut adalah untuk melihat secara langsung situasi Gunung Agung saat ini dan memastikan Bali tetap aman untuk menyelenggarakan Annual Meetings International Monetary Fund World Bank Group 2018 (AM 2018) pada 8-14 Oktober 2018 mendatang.
"Belajar dari pengalaman kemarin, kita sudah buat simulasi komputer disesuaikan dengan tahun 1963, bahwa hanya radius bahaya jika terjadi ledakan yakni 8-10 kilometer, maka dengan jarak 73 kilometer Denpasar Nusa Dua kecil kemungkinan akan terkena, jadi saya tegaskan dengan kondisi saat ini tidak ada terpikir untuk memindahkan acara tahunan tersebut," Kata Luhut B Pandjaitan kepada awak media.
Sementara panitia nasional untuk pertemuan tahunan tersebut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya percaya bahwa ini semua terkendali dan tertangani dengan baik. Semua persiapan sudah dilakukan seperti bagian akomodasi, komunikasi, keamanan dan transportasi.
"Kita optimis akan berjalan seauai jadwal. Walau ada kondisi seperti ini Kita tetap waspada terus melakukan memonitor aktivitas Gunung Agung dan selalu berkordinasi dengan internasional organisaien yang ada di Washington untuk menjelaskan sehingga mereka betul betul paham bahwa sejauh ini tidak ada perubahan jadwal apapun," ujarnya.
Di sisi lain, Luhut juga sempat menyatakan akan mengakhiri masa tanggap darurat bencana terkait situasi Gunung Agung. Dengan dicabutnya tanggap darurat maka trevel worning kemungkinan dicabut juga. Namun dengan dicabutnya status tanggap darurat tidak mengurangi perhatian kepada warga pengungsi pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementrian Sosial agar Beras tetap tersedia untuk pengungsi.
Kendati demikian diakui Luhut jika tanggap darurat tersebut dicabut maka Pemda tidak akan bisa mengeluarkan beras untuk pengungsi, sekarang pihaknya akan mencoba apakah Kementrian Sosial bisa mengeluarkan beras jika status tersebut dicabut.
Sementar disisi pariwisata, menurutnya pasca dikatakan pihaknya akan datang ke Bali sudah terjadi peningkatan kedatangan wisatawan. "Tentu nanti dampaknya akan berlanjut," terangnya. Sesuai intruksi dari Presiden, akses wisatawan yang datang ke Bali juga akan dipermudah.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2938 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026