Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Status Tanggap Darurat Dicabut, IMF-WB 2018 Tetap Digelar di Bali
Sabtu, 23 Desember 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan bersama Mentri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati mendatangi Posko Pemantauan Gunung Api Agung Rendang, Karangasem, Jumat (22/12).
Kedatangan Kedua menteri tersebut adalah untuk melihat secara langsung situasi Gunung Agung saat ini dan memastikan Bali tetap aman untuk menyelenggarakan Annual Meetings International Monetary Fund World Bank Group 2018 (AM 2018) pada 8-14 Oktober 2018 mendatang.
"Belajar dari pengalaman kemarin, kita sudah buat simulasi komputer disesuaikan dengan tahun 1963, bahwa hanya radius bahaya jika terjadi ledakan yakni 8-10 kilometer, maka dengan jarak 73 kilometer Denpasar Nusa Dua kecil kemungkinan akan terkena, jadi saya tegaskan dengan kondisi saat ini tidak ada terpikir untuk memindahkan acara tahunan tersebut," Kata Luhut B Pandjaitan kepada awak media.
Sementara panitia nasional untuk pertemuan tahunan tersebut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya percaya bahwa ini semua terkendali dan tertangani dengan baik. Semua persiapan sudah dilakukan seperti bagian akomodasi, komunikasi, keamanan dan transportasi.
"Kita optimis akan berjalan seauai jadwal. Walau ada kondisi seperti ini Kita tetap waspada terus melakukan memonitor aktivitas Gunung Agung dan selalu berkordinasi dengan internasional organisaien yang ada di Washington untuk menjelaskan sehingga mereka betul betul paham bahwa sejauh ini tidak ada perubahan jadwal apapun," ujarnya.
Di sisi lain, Luhut juga sempat menyatakan akan mengakhiri masa tanggap darurat bencana terkait situasi Gunung Agung. Dengan dicabutnya tanggap darurat maka trevel worning kemungkinan dicabut juga. Namun dengan dicabutnya status tanggap darurat tidak mengurangi perhatian kepada warga pengungsi pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementrian Sosial agar Beras tetap tersedia untuk pengungsi.
Kendati demikian diakui Luhut jika tanggap darurat tersebut dicabut maka Pemda tidak akan bisa mengeluarkan beras untuk pengungsi, sekarang pihaknya akan mencoba apakah Kementrian Sosial bisa mengeluarkan beras jika status tersebut dicabut.
Sementar disisi pariwisata, menurutnya pasca dikatakan pihaknya akan datang ke Bali sudah terjadi peningkatan kedatangan wisatawan. "Tentu nanti dampaknya akan berlanjut," terangnya. Sesuai intruksi dari Presiden, akses wisatawan yang datang ke Bali juga akan dipermudah.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026