Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Nekat Mendaki Gunung Agung, Morgan Mengaku Jalani Misi Spiritual
Kamis, 11 Januari 2018,
04:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sempat tersesat, enam pendaki yakni I Made Suarjana (41 tahun), Sahran (49 tahun), Tomi Azdi Marta (21 tahun), Sunarmi (42 tahun), Kadek Agus Setiawan (33 tahun) dan Kanjeng Prabu Wiranegara akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan relawan Pasebaya bersama anggota TNI.
Setibanya dibawah, keenamnya langsung diarahkan ke Polsek Selat untuk dimintai identitasnya. Namun hal mencengangkan diungkapkan oleh salah satu pendaki yang mengaku bernama Kanjeng Prabu Wiranegara alias Morgan Made Suparta asal Kuta.
Awalnya, Kanjeng tidak mau terbuka pada saat ditanya terkait tujuannya nekat melakukan pendakian ditengah situasi bahaya ancaman erupsi Gunung Agung. Namun setelah dikorek sedikit demi sedikit akhirnya pria penekun dunia spiritual tersebut mulai buka suara dihadapan relawan dan media. Hanya saja tidak semuanya ia ungkapkan, Rabu (10/01).“Ini memang harus saya lakukan karena ini adalah misi spiritual saya, cukup saya saja yang mengerti ini, kalau diceritakan maka akan jadi ramai,” ujarnya.
Dari pengakuannya, saat berada di puncak Gunung Agung, dirinya melakukan ritual “Mendak” dengan membawa dua buah benda berbentuk ukiran naga melilit ikan paus yang terbuat dari tulang ikan paus dan satu buah tulang ikan Marlin berukuran cukup besar, berbentuk seperti batangan runcing yang nantinya akan dilinggihkan di kediamannya di Kuta.
Selain itu hal cukup mencengangkan juga diungkapkan oleh Kanjeng Prabu, bahwa dirinya adalah seorang penulis mimpi, dimana lewat mimpi dirinya mampu melihat dan memprediksi kejadian baik yang sedang terjadi, sudah terjadi, maupun yang akan terjadi.Seperti kejadian saat ini, dirinya melakukan pendakian beserta ritual ditengah ancaman erupsi Gunung Agung ini diakuinya sudah dimimpikannya sekitar enam bulan lalu.
Oleh karena itu dirinya yakin bahwa tidak akan terjadi apapun pada dirinya ketika melakukan pendakian. Sementara kemampuannya menulis mimpi diakui sudah diperolehnya ketika duduk dibangku SMP kelas tiga.
Kendati demikian, Kanjeng tetap bersikeras tidak mau untuk mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya beserta tujun dari ritual mendak itu sendiri. Bahkan Kanjeng menyuruh datang langsung ke rumahnya jika memang ingin tahu yang sebenarnya, terkait maksud dan tujuannya tersebut.
Pasca aksi nekatnya mendaki Gunung Agung, jika memang dirinya bersalah, maka ia mengaku siap untuk menanggung apapun itu sangsi atau hukuman yang akan diberikan.
Ketua Pasebaya I Gede Pawana mengatakan, pihaknya akan membawa Kanjeng beserta ke lima rekannya tersebut ke Posko Tanah Ampo untuk diserahkan kepada Dansatgas, untuk membuat pernyataan dan agar dijemput oleh pihak keluarganya. Pihaknya juga berencana untuk menindaklanjuti karena dianggap sudah membuat perasaan tidak nyaman dan perusakan portal.
“ Rasanya dengan itu boleh dilaporkan, ya paling tidak keluarganya datang untuk menjemput dan membawakan identitas yang sebenarnya,” Kata Gede Pawana.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026