Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Timses Pertanyakan Asal Stiker Mantra-Kerta di Taksi Online
Selasa, 16 Januari 2018,
20:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Salah satu anggota tim pemenangan Mantra-Kerta dalam Pilgub Bali, Made Muliawan Arya atau De Gajah, mempertanyakan asal stiker Mantra-Kerta yang ditempel di mobil angkutan online di wilayah Denpasar, Badung, dan sekitarnya.Hal ini disampaikan oleh De Gajah, saat bertemu dengan perwakilan Paguyuban Taksi Lokal Bali seperti Celepuk Bali Driver, ASPABA, dan ALSTAR, di Plaza Renon Denpasar, Selasa (16/1/2018).
"Saya selaku relawan Tuaji Rai Mantra di sini menyatakan, tidak ada intruksi dari Pak Rai Mantra untuk menyebar atau menempel stiker Mantra-Kerta di badan mobil angkutan online. Sumber stiker dari mana juga tidak jelas dan masih kami telusuri," ujarnya.
De Gadjah menambahkan, pihaknya mendapat informasi jika ada gelontoran uang hingga Rp 750 juta untuk menempel stiker Mantra-Kerta di 1.000 mobil atau taksi online di Bali.
"Nah ini yang perlu kita cari tahu, dari mana sumbernya stiker-stiker Mantra Kerta ? Jika saja informasi itu betul, pertanyaannya dari mana asal uangnya ? KRB (Koalisi Rakyat Bali) yang mendukung Rai Mantra dan Sudikerta, tidak mempunyai uang sebanyak itu. Jadi secara logika, tidak mungkin stiker itu bersumber dari tim KRB atau dari Mantra-Kerta," tegas De Gadjah.
De Gadjah mengaku perlu menyikapi hal ini karena disini ada ketidakadilan dan ia khawatir ada upaya adu domba antar komponen masyarakat, dalam hal ini antara sopir angkutan online dan sopir lokal Bali yang bukan online.
"Ini bukan semata karena saya kini dipihak Rai Mantra, tapi di sini ada ketidakadilan, rentan politik adu domba. Ini yang menjadi perhatian saya. Jangan adu domba atau benturkan masyarakat dalam proses pilkada," ujarnya.
Pemasangan stiker Mantra-Kerta oleh pihak yang tidak jelas, Lanjut De Gajah, akan ditelusuri, karena ini sudah mengarah pada upaya menyudutkan salah satu pasangan.
"Saya tahu betul sikap Pak Rai Mantra soal angkutan taksi online di Bali, beliau ingin semuanya sesuai aturan yang berlaku, bukan persoalan dukung atau tidak, tapi agar semua sesuai aturan pemerintah yang berlaku, dalam hal ini aturan yang mengatur soal usaha angkutan umum. Jadi isu soal stiker ini saya pastikan tidak benar,"ujarnya.
Perwakilan dari Celepuk Bali Driver (CBD), Sila Kaka mengatakan, pihaknya sempat mempertanyakan soal peredaran stiker Mantra Kerta yang ditempel di badan taksi online."Celepuk Bali Driver punya 333 anggota, kami siap mendukung Rai Mantra jika sikapnya jelas terkait angkutan online ini. Tapi kami akan golput jika sikapnya tidak jelas,"ujarnya.
Anggota CBD lainnya, Ngurah Sanding, meminta agar nama Mantra-Kerta segera dibersihkan, jika memang tidak benar mengintruksikan pemasangan stiker tersebut di taksi online. "Jika tidak benar itu instruksi resmi Mantra-Kerta, stiker tersebut agar dicabut, karena ini bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat," ujarnya.
Pernyataan hampir senada disampaikan perwakilan sopir lokal Bali dari paguyuban ASPABA dan , ALSTAR. Pihak paguyuban sopir lokal Bali juga menyatakan akan menyampaikan hal ini langsung kepada pihak Rai Mantra.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026