Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Sekitar 100 Orang Laksanakan Ritual Mulang Pakelem Sebelum Gunung Agung Erupsi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sekitar 100 orang dilaporkan melakukan pendakian dan menggelar ritual Mulang pakelem Karya Tabuh Gentuh Pemijalan sebelum Gunung Agung mengalami erupsi.
Para pendaki dari Desa Selat, Karangasem melaksanakan ritual mulang pakelem berupa hewan Kerbau, Kambing dan Angsa. Laporan tersebut disampaikan salah satu pengiring yang juga sebagai pemandu dari relawan Pasebaya I Komang Eka Semara Putra pada Selasa (13/2/2018)
Menurut Eka Semara Putra, seluruh pengiring berangkat sekitar pukul 01.30 Wita. Perjalan menuju puncak sangat berat karena sangat berbeda dari sebelumnya dimana ketebalan abu disepanjang jalur mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Pendakian semakin sulit dengan turunnya hujan dikawasan puncak kurang lebih selama setengah jam. Sekitar pukul 06.30 wita para pendaki sampai di puncak Gunung Agung.
Diakui Eka Semara Putra bahwa kondisi di puncak Gunung Agung sangat hening tidak ada api atau suara apapun seperti tidak ada tanda tanda erupsi. Hanya saja memang sedikit tercium bau belerang saja. Selang 30 menit, para pendaki langsung bergegas turun. Belum semua sampai di parkir Pura Pasar Agung, tiba-tiba tanpa ada tanda apapun erupsi terjadi.
"Kita saat itu sudah berada diparkir Pura Pasar Agung, tidak ada tanda apapun tiba tiba erupsi, kita panik karena rekan belum semuanya sampai sebagian masih ada di hutan," ungkap Eka Semara Putra.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan