Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Zaman Globalisasi, Umat Diingatkan Agar Mantapkan Sradha dan Bhakti
Jumat, 27 April 2018,
23:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberi apresiasi para generasi muda yang menjadi pengisi acara Dharma Santhi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 di Gedung Kerta Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Jumat (27/4).
[pilihan-redaksi]
Para seniman muda sanggar Sabda Komala Rsi Desa Petak Kaja Gianyar ini menampilkan pembacaan sloka dan tarian Puspa Mandara yang menuai pujian dari Gubernur Made Mangku Pastika. Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, ada generasi ‘zaman now’ yang melakukan hal-hal produktif berbasis kearifan lokal.
Para seniman muda sanggar Sabda Komala Rsi Desa Petak Kaja Gianyar ini menampilkan pembacaan sloka dan tarian Puspa Mandara yang menuai pujian dari Gubernur Made Mangku Pastika. Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, ada generasi ‘zaman now’ yang melakukan hal-hal produktif berbasis kearifan lokal.
Sebelumnya dalam sambutannya, Gubernur Pastika mengatakan di zaman globalisasi, zaman dengan perubahan sangat ‘cepat dan tiba-tiba’ yang membawa berbagai ‘nilai baru’, umat patut memiliki pijakan yang kuat dalam keyakinan spiritualnya. “Sesuai tema dharma santhi tahun ini, semakin hari, kita wajib memantapkan sradha dan bhakti kita,” katanya.
{pilihan-redaksi2]
Ia menambahkan, sradha dan bhakti akan melandasi umat untuk menjalani hidup, mengatasi berbagai tantangan, cobaan dan permasalahan kemasyarakatan dan pembangunan. Menurutnya sradha dan bhakti pula yang melandasi setiap umat untuk bersikap bijaksana dan proporsional, dalam menghadapi isu-isu sosial yang bergerak sangat dinamis. “Masyarakat tidak boleh terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan, serta memecah belah kerukunan yang telah terbina. Saya berharap, semua permasalahan kemasyarakat yang ada ada agar dikelola dengan baik melalui semangat dialogis, yaitu saling memberi dan saling menerima, serta saling mendengarkan dan saling memahami,” ujarnya.
Ia menambahkan, sradha dan bhakti akan melandasi umat untuk menjalani hidup, mengatasi berbagai tantangan, cobaan dan permasalahan kemasyarakatan dan pembangunan. Menurutnya sradha dan bhakti pula yang melandasi setiap umat untuk bersikap bijaksana dan proporsional, dalam menghadapi isu-isu sosial yang bergerak sangat dinamis. “Masyarakat tidak boleh terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan, serta memecah belah kerukunan yang telah terbina. Saya berharap, semua permasalahan kemasyarakat yang ada ada agar dikelola dengan baik melalui semangat dialogis, yaitu saling memberi dan saling menerima, serta saling mendengarkan dan saling memahami,” ujarnya.
Ketua PHDI Bali IGN Sudiana mengatakan pelaksanaan Hari Raya Nyepi tahun 2018 berjalan lebih baik dari sebelumnya. Hal ini tercermin dari pelaksanaan melasti yang tidak menimbulkan kemacetan berlebihan, tawur kesanga dan arak ogoh-ogoh yang tak diwarnai minuman keras. Ia juga mengapresiasi dukungan terhadap pelaksanaan Nyepi tanpa internet yang berdampak pada Hari Raya Nyepi yang lebih damai tanpa hoax. Ia berharap, Nyepi selanjutnya bisa berjalan semakin baik.
Acara Dharma Santhi Nyepi diisi dengan dharma wacana oleh Ida Pedanda Putra Kekeran dari Griya Kekeran, Blahbatuh Gianyar. Beliau mengajak umat untuk melaksanakan swadarma masing-masing dengan sebaik-baiknya. Menurutnya profesionalisme melaksanakan tugas masing-masing adalah perbuatan dharma.(bbn/rlspemprov/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5955 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026