Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Meluasnya Dampak Kebakaran Kapal, Pemerintah Diharapkan Kaji Ulang Ijin Berlayar
Rabu, 11 Juli 2018,
02:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Polisi berharap kepada pemerintah daerah untuk segera mengkaji lamanya ijin kapal yang berlayar agar tidak terjadi penumpukan kapal di dermaga sehingga persoalan meluasnya kebakaran kapal tidak terulang lagi.
[pilihan-redaksi]
Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo mengatakan banyak faktor meluasnya kebakaran di pelabuhan Benoa, salah satunya penumpukan kapal. Bahkan, ada ratusan perusahaan kapal di Pelabuhan Benoa belum diberikan ijin untuk berlayar.
Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo mengatakan banyak faktor meluasnya kebakaran di pelabuhan Benoa, salah satunya penumpukan kapal. Bahkan, ada ratusan perusahaan kapal di Pelabuhan Benoa belum diberikan ijin untuk berlayar.
“Saya berharap ini menjadi perhatian pemerintah karena kalau kapal terlalu lama bersandar bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti konslet,” tegas Kombes Hadi, Selasa (10/7).
Ia menegaskan, sebagian besar kapal yang bersandar di Pelabuhan Benoa, masih menunggu izin berlayar dari Dirjen Kelautan dan Perikanan. Ini juga dianggap sebagai salah satu faktor kapal banyak menumpuk di Pelabuhan Benoa.
Apalagi, kata Kombes hadi, sekarang ini ada 600 sampai 700 kapal yang menunggu izin berlayar. Dari jumlah itu, hanya tujuh kapal yang siap berlayar. Hanya, Kapolresta tidak mengetahui pasti lamanya izin keluar dari Dirjen Kelautan dan Perikanan.
Dari kejadian yang sudah kali ketika terjadi ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Pelindo, Syahbandar, maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Kami akan segera mengumpulkan instansi terkait membicarakan mengenai cara penanganan apabila ada kejadian seperti ini. Kita berharap mudah-mudahan tidak terjadi lagi,”imbuhnya.
[pilihan-redaksi2]
Terkait hasl penyelidikan, saat ini katanya tim gabungan dari Direktorat Polisi Perairan Polda Bali, Polresta Denpasar dan Tim Labfor Mabes Polri mulai melakukan penyelidikan. Pihaknya masih memeriksa 14 orang saksi diantaranya dari nakhoda dan anak buah kapal (ABK). Sedangkan Tim labfor memfokuskan penyelidikan terhadap Kapal Motor (KM) Cilacap Jaya Karya yang menjadi sumber kebakaran.
Terkait hasl penyelidikan, saat ini katanya tim gabungan dari Direktorat Polisi Perairan Polda Bali, Polresta Denpasar dan Tim Labfor Mabes Polri mulai melakukan penyelidikan. Pihaknya masih memeriksa 14 orang saksi diantaranya dari nakhoda dan anak buah kapal (ABK). Sedangkan Tim labfor memfokuskan penyelidikan terhadap Kapal Motor (KM) Cilacap Jaya Karya yang menjadi sumber kebakaran.
”Dugaan awal munculnya api dari mesin kapal Cilacap Jaya tapi kita belum men-justice kalau belum ahlinya yang berbicara,” ujar perwira melati tiga dipundak ini.
Sementara dari keterangan saksi, menyebutkan bahwa mesin yang diduga menjadi sumber api dipakai untuk menyalakan lampu dan menanak nasi. “Sementara baru itu saja yang bisa disampaikan dan pemeriksaan masih berjalan. Kita masih menunggu Labfor melakukan penyelidikan bisa sampai satu minggu,”ungkap mantan Kapolres Gianyar ini. (bbn/Spy/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026