Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Sentil Generasi Muda Ogah Bertani
Senin, 30 Juli 2018,
13:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. I Gede Tilem Pastika selaku pembina Komunitas Seni Gagutuk Menur mengatakan dasar budaya kita tak hanya kesenian, melainkan juga agraris. Dia menyadari bahwa generasi muda kian menjauh dari pertanian yang sebenarnya cukup menjanjikan.
[pilihan-redaksi]
Garapan bertajuk Wong Tani yang berupa dramatari ini berusaha menyentil generasi muda yang kian ogah untuk menggiatkan pertanian negeri ini. “Ingin menyentil tentang keberadaan lahan di Bali yang sekarang sudah mulai menipis karena ulah orang tak bertanggung jawab,” ujar Tilem.
Garapan bertajuk Wong Tani yang berupa dramatari ini berusaha menyentil generasi muda yang kian ogah untuk menggiatkan pertanian negeri ini. “Ingin menyentil tentang keberadaan lahan di Bali yang sekarang sudah mulai menipis karena ulah orang tak bertanggung jawab,” ujar Tilem.
Wong Tani sendiri mengisahkan seorang pria yang menjadi juragan tanah dan mempunyai tanah luas yang digarap oleh petani se-desanya. Akan tetapi salah seorang anaknya ingin menjual karena tidak ingin untuk bertani kembali. “Dia sebagai generasi muda tidak mau bertani, itu juga menandakan bahwa generasi muda sekarang lebih memilih kerjaan diluar bidang agraris,” ungkap Tilem menambahkan.
Tilem pun menambahkan bahwa nantinya si anak juragan tanah itu dengan teganya mencuri sertifikat tanah ayahnya dan menjualnya ke investor. Nantinya, terjadi sebuah hukum karma yang mengambil hukum secara sekala niskala. Dimana sebuah karma yang berlaku di sekala (nyata) itu dibayar secara niskala.
“Dalam artian lepetan ke sengkalen jadi segala sesuatu yang bersifat niskala di tanah itu ya tidak setuju dengan si penjual. Nantinya dia diganggu gamang-gamang (makhluk penghuni tanah) dan di penjual itu disembunyikan gamang dan penduduk berusaha mencari dia,” terang Tilem.
Melibatkan 70 anggota komunitas, garapan ini pun beres dalam waktu kurang dari 3 (tiga) bulan. Sebagai pembina, Tilem pun menuturkan bahwa sulit sekali untuk mengumpulkan para pemain agar dapat latihan bersama. Tak hanya Tilem, Ida Bagus Dwi Prayoga yang mengemban tanggung jawab sebagai ketua komunitas pun turut merasakan hal yang sama.
“Rata-rata ini masih muda semua, jadi sungguh sulit untuk melunakkan ego mereka masing-masing,” terang Gus Dwik.
[pilihan-redaksi2]
Namun, itu semua dapat teratasi dengan saling menguatkan satu sama lain. Garapan Dramatari kolaborasi ini menggaet beberapa pihak seperti Puri Keramas Tangeb, Sekdut Bali, dan Sanggar Mangu Samcaya. Dengan penata garapan yakni I Gede Angga Arisandi dan Ida Bagus Dwi Prayoga, pembina yakni I Gede Tilem Pastika dan I Putu Tommy Pramana Sukma. Komunitas yang mulanya terbentuk karena kesenian kecak ini menguatkan garapannya melalui unsur tari, drama, dan nyanyian.
Namun, itu semua dapat teratasi dengan saling menguatkan satu sama lain. Garapan Dramatari kolaborasi ini menggaet beberapa pihak seperti Puri Keramas Tangeb, Sekdut Bali, dan Sanggar Mangu Samcaya. Dengan penata garapan yakni I Gede Angga Arisandi dan Ida Bagus Dwi Prayoga, pembina yakni I Gede Tilem Pastika dan I Putu Tommy Pramana Sukma. Komunitas yang mulanya terbentuk karena kesenian kecak ini menguatkan garapannya melalui unsur tari, drama, dan nyanyian.
Sehingga garapannya pun layaknya sebuah drama musikal. Sebagai ketua komunitas, Gus Dwi pun berharap segala ilmu yang didapatkan di dalam komunitas, hendaknya dapat dijadikan sebagai sebuah pembelajaran hidup. “Apapun yang mereka dapatkan di sini dapat menjadi bahan pendewasaan mereka,” terang Gus Dwik. Tak hanya itu, baik Gus Dwik maupun Tilem tetap berharap agar Mahalango senantiasa menjadi wadah berkreasi, yang hingga kini masih merindukan publikasi.
“Publikasinya semoga bisa lebih luas lagi, agar lebih ramai lah,” ucap Tilem Pastika. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1980 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026