Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Lomba Penjor Hias Sebagai Pelestarian Adat dan Budaya Bali
Rabu, 15 Agustus 2018,
15:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com.Jembrana, Bupati Artha sangat mengapresiasi atas kembali terselenggaranya lomba penjor hias antar desa / kelurahan memperingati HUT Kota Negara ke-123. Lomba penjor ini disebutnya sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya Bali.
[pilihan-redaksi]
"Setiap tahun kita selalu adakan lomba penjor ini, dimana kita hanya ingin melestarikan adat dan budaya bali dan juga menggali kreatifitas dan semangat kebersamaan di Pemkab Jembrana,” tuturnya usai meninjau lomba Senin (13/8) di Taman Pecangakan Negara.
"Setiap tahun kita selalu adakan lomba penjor ini, dimana kita hanya ingin melestarikan adat dan budaya bali dan juga menggali kreatifitas dan semangat kebersamaan di Pemkab Jembrana,” tuturnya usai meninjau lomba Senin (13/8) di Taman Pecangakan Negara.
Diikuti 49 peserta dari masing-masing desa dan kelurahan di Kabupaten Jembrana, Desa Nusasari kembali meraih juara pertama mempertahankan juara tahun lalu dengan mengalahkan 48 peserta lainnya. Sedangkan juara kedua diraih Desa Mendoyo Dangintukad, sedangkan peringkat ketiga oleh Kelurahan Dauhwaru.
[pilihan-redaksi2]
Lomba tahun ini turut mendapat perhatian Bupati Jembrana, I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan, yang meninjau langsung jalannya perlombaan. Sejumlah kepala OPD Pemkab Jembrana juga turut memantau langsung jalannya perlombaaan membuat penjor hias.
Lomba tahun ini turut mendapat perhatian Bupati Jembrana, I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan, yang meninjau langsung jalannya perlombaan. Sejumlah kepala OPD Pemkab Jembrana juga turut memantau langsung jalannya perlombaaan membuat penjor hias.
Sama seperti tahun sebelumnya, kali ini proses pembuatan penjor dari awal hingga akhir tetap dinilai. Proses pembuatan pun harus dilakukan di tempat perlombaan berlangsung. Tiap sekaa terdiri dari 5 orang dari masing masing desa dan kelurahan di Jembrana. Dan peserta hanya di perbolehkan membawa sampian (hiasan pada ujung penjor) dan hiasan tambahan seperti patung styrofoam yang sudah jadi. (bbn/Jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2791 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1968 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026