Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Joged Bumbung All Star, Perangi Kelamnya Joged Adar
Jumat, 24 Agustus 2018,
15:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Potret joged bumbung yang di era global akrab dengan nuansa adar (porno) memang membutuhkan perhatian khusus dari masyarakat Bali. Pasalnya, kesenian kerakyatan ini sudah termasuk dalam sembilan tari Bali yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda.
[pilihan-redaksi]
“Kita lihat video yang beredar tentang joged bumbung yang sekarang duh sedih sekali saya melihatnya, respon masyarakat mancanegara pun jadi negatif,” ungkap Wiratini di akhir pementasan Joged Bumbung All Star di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Denpasar, Kamis malam (23/8).
“Kita lihat video yang beredar tentang joged bumbung yang sekarang duh sedih sekali saya melihatnya, respon masyarakat mancanegara pun jadi negatif,” ungkap Wiratini di akhir pementasan Joged Bumbung All Star di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Denpasar, Kamis malam (23/8).
Maka dari itu, ia menekankan dalam Satyam, Siwam dan Sundaram dimana tiga dasar ini harus dipakai pegangan berkesenian. "Kalau tidak ya, seperti sekarang ini, miris saya melihatnya,” tutur Ni Made Wiratini sendu. Sebagai pembina joged seluruh Bali, Wiratini telah mengupayakan yang terbaik dalam menjaga joged bumbung.
Sebelum penampilan empat penari joged bumbung dari Buleleng, Karangasem, Tabanan dan Badung, pementasan diawali tari Megirang garapan I Wayan Dibia. Bersama sang suami (I Wayan Dibia) dirinya telah mengupayakan yang terbaik untuk mengembalikan kesenian joged bumbung ke jalan dan pakem yang benar. Dimulai dengan memberikan saran dan pendapat di forum, menelisik sumber-sumber joged jaruh, dan membuat kegiatan yang mengaitkan dengan esensi joged bumbung yang sejati.
Persembahan Joged Bumbung All Star yang diprakarsai oleh I Wayan Dibia dan turut dibantu Ni Made Wiratini memiliki tujuan untuk menunjukkan pakem joged yang sebenarnya. Joged Bumbung All Star yang tampil dalam Bali Mandara Mahalango 5 tepatnya di Kalangan Ayodya Taman Budaya, Denpasar terdiri dari 4 (empat) penari joged terbaik yang dipilih melalui kompetisi joged bumbung dalam rangkaian Bali Mandara Mahalango 2 (dua) tahun yang lalu.
Keempat penari joged itu diantarnya Linda Puspawati dari Kabupaten Singaraja, A.A Ayu Laksmi dari Kabupaten Karangasem, Wiwik Widiastuti dari kabupaten Tabanan, dan Mery Yanti dari Kabupaten Badung. “Keempat penari ini dikatakan all star karena ini memang yang terbaik dan dia mengikuti struktur yang benar,” jelas Wiratini.
Salah satu penari joged bumbung, Wiwik Widiastuti menuturkan dirinya pun turut miris dengan keadaan tari joged bumbung yang sekarang. “Saya sangat tidak habis pikir, joged tidak bisa terus dipandang negatif dan kehadiran kami semoga dapat menepis itu semua,”jelas Wiwik dengan nada tegas.
[pilihan-redaksi2]
Munculnya joged jaruh di tengah masyarakat menurut pengamatan Wiratini dan sang suami disebabkan oleh adanya mata rantai antara si penari nakal dan yang memberi upah. “Pertama untuk penari kenapa dia mau, kedua penari mau pasti karena diupah dengan jumlah yang besar, dan inilah yang harusnya diputus,” terang Wiratini tegas. Dirinya pun mengaku sudah berusaha membuat parerem (aturan-red) apabila yang terbukti melakukan dan melaksanakan joged porno pelakunya harus ditangkap.
Munculnya joged jaruh di tengah masyarakat menurut pengamatan Wiratini dan sang suami disebabkan oleh adanya mata rantai antara si penari nakal dan yang memberi upah. “Pertama untuk penari kenapa dia mau, kedua penari mau pasti karena diupah dengan jumlah yang besar, dan inilah yang harusnya diputus,” terang Wiratini tegas. Dirinya pun mengaku sudah berusaha membuat parerem (aturan-red) apabila yang terbukti melakukan dan melaksanakan joged porno pelakunya harus ditangkap.
Namun, hingga saat ini pihak berwenang pun tak terlalu menggubris kelakar tegas Wiratini. “Apanya yang porno,” ujar Wiratini menirukan nada bicara mereka yang tak perduli. Sebagai pecinta seni dirinya hanya dapat mengupayakan apa yang dapat diperjuangkan. “Yang jelas saya tidak akan berhenti, sebab kalau bukan kita sebagai orang bali siapa lagi yang akan menyelamatkan joged,” tutup Wiratini dengan pertanyaan retoris. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2806 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1976 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026