Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Desa Tenganan Pegringsingan Masuk Kategori Desa Dengan Ketahanan Budaya Sangat Tinggi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Desa Tenganan Pegringsingan merupakan desa dengan ketahanan budaya yang sangat tinggi. Bukti tingginya tingkat ketahanan budaya pada masyarakat Bali Aga di Kabupaten Karangasem ini adalah pada kemampuan mengendalikan baik pengendalian fisik (lingkungan alam, lingkungan binaan) maupun sumber daya manusia sehingga keunikan lokal tetap terjaga.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Ketahanan Budaya Masyarakat Bali Aga dalam Menciptakan Desa Wisata yang Berkelanjutan” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali Volume 08, Nomor 01, April 2018.
Peneliti dari Universitas Udayana, Widiastuti memaparkan kemampuan mengendalikan terdapat pada para pengelola desa yang piawai mengemas potensi-potensi yang dimiliki desa menjadi produk yang dapat ditawarkan sehingga menarik wisatawan untuk selalu mengunjungi desa tersebut.
Kemampuan mengelola tersebut pada akhirnya bukan hanya melestarikan warisan budaya lokal namun juga meningkatkan kesejahteraan warga desa. Kemampuan mengelola keunikan asset desa terbukti menjadi faktor penting menciptakan desa wisata yang berkelanjutan yang ditunjukkan dengan tingginya kunjungan wisatawan secara terus menerus.
[pilihan-redaksi2]
Faktor yang paling berperan dalam ketahanan budaya adalah faktor internal. Kepiawaian pengelola desa untuk mengendalikan perubahan dan mengelola semua potensi yang dimiliki desa untuk melestarikan keunikan desa merupakan faktor yang paling penting.
Melalui konservasi keunikan desa pariwisata akan terus berkelanjutan melalui peningkatan kunjungan wisatawan ke desa.
Keberhasilan desa ini mempertahankan budayanya adalah berkat pengelolaan yang terintegrasi antara kehidupan tradisional dan modern. Hampir semua sumberdaya baik alam maupun manusia dikelola dengan sangat baik.
Hasilnya adalah lingkungan binaan yang merupakan transformasi dari sistem budaya terkonservasi dengan sangat baik. [bbn/jurnal-kajian-Bali/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan