Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Status Kualitas Air Danau Buyan Tergolong Tercemar Berat
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Status kualitas air Danau Buyan di Desa Pancasari, Buleleng tergolong tercemar berat. Hasil pengukuran menunjukkan skor rata-rata yang didapat dari analisis pada semua stasiun pengamatan sebesar -82. Skor terburuk hasil Indeks sebesar -98. Hal tersebut terungkap dalam artikel ilmiah berjudul “Analisis Kualitas Air Danau Sebagai Dasar Perbaikan Manajemen Budidaya Perikanan Di Danau Buyan Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali” yang di publikasikan dalam Jurnal Ecotrophic, Volume 11, Nomor 1 Tahun 2017.
Analisis terhadap status kualitas air tersebut dilakukan menggunakan metode Storet. Analisis tingkat pencemaran dengan indeks Storet dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran perairan di wilayah pengamatan secara komprehensif. Penilaian dalam indeks Storet dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran dengan baku mutu Kelas III (PP No.82/2001) untuk perikanan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh I Wayan Rian Riki Saputra, I Wayan Restu dan Made Ayu Pratiwi dari Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan, FKP Universitas Udayana menunjukkan Kondisi Danau Buyan yang tercemar berat yang dapat dilihat dari nilai hasil pengukuran 7 parameter kualitas air yang melebihi ambang baku mutu. Parameter tersebut diantaranya Kekeruhan (-2), pH (-4), Ammonia (-20), Nitrat (-16), BOD (-20), COD (-20), dan Sulfida (-16).
Guna mencegah semakin rendahnya status mutu kualitas air di perairan Danau Buyan, para peneliti menyarankan perlunya dilakukan upaya pengelolaan lingkungan perairan. Salah satunya peninjauan kembali pengembangan pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di Danau Buyan. Seperti salah satunya penggunaan pakan alami (Azolla Microphylla) pada KJA di Danau Buyan. Tanaman azolla merupakan gulma air yang tidak termanfaatkan, tetapi memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, yaitu 28,12% berat kering.
Selama ini KJA di Danau Buyan sepenuhnya menggunakan pakan pellet. Penggunaan pakan alami pada KJA Danau Buyan dapat mengurangi lebih dari 50% sisa pakan pellet yang masuk ke perairan Danau Buyan.
Keramba jaring apung (KJA) merupakan suatu wadah pemeliharaan ikan berupa kantong jaring yang letaknya terapung di permukaan air. Komoditas utama yang dibudidayakan dalam KJA di Danau Buyan adalah komoditas ikan Nila (Oreocromis niloticus L).
Secara umum tantangan yang berhubungan dengan system budidaya KJA yaitu terjadinya peningkatan kandungan nutrien di perairan yang berasal dari sisa pakan yang tidak termakan, dan feses ikan, serta kemungkinan dampak yang ditimbulkan terhadap kualitas perairan, lingkungan dan kondisi kesehatan ekosistem. Jika tidak terkelola dengan baik, Danau Buyan dikhawatirkan akan mengalami eutrofikasi seperti yang terjadi di danau Batur.[bbn/ Jurnal Ecotrophic/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2917 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2047 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun