Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Australia Larang Pegawai dan Kontraktor Terbang dengan Lion Air
Rabu, 31 Oktober 2018,
18:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Musibah Lion Air JT 610 membuat pihak Kementerian Luar Negeri Australia mengeluarkan imbauan terkait penggunaan maskapai tersebut. Para pegawai dan kontraktor yang bekerja untuk mereka diminta untuk tak menggunakan perusahaan penerbangan itu.
"Telah diinstruksikan untuk tidak terbang dengan maskapai Lion atau pun anak perusahaannya," demikian bunyi petikan imbauan dari Kementerian Luar Negeri Australia, seperti dikutip dari DW, Selasa (30/10/2018).
Pernyataan yang dimuat di laman internet kementerian tersebut mengemuka setelah insiden pesawat Lion Air JT 610 jatuh pada Senin, 29 Oktober 2018 di perairan Tanjung Karawang. Kementerian itu juga mengatakan keputusan demikian akan ditinjau ulang setelah adanya hasil temuan dari investigasi kecelakaan tersebut.
Sementara itu, meski pencarian terus dilakukan oleh Badan SAR Nasional (Basarnas), kemungkinan untuk menemukan korban yang masih hidup sangat kecil.
Direktur operasi di agensi, Bambang Suryo Aji, mengatakan upaya pencarian kini berfokus pada menemukan mayat. Dia mengatakan enam kantong mayat telah digunakan sejauh ini untuk menampung temuan serpihan jenazah.
Aji mengatakan tidak berharap menemukan korban selamat selamat dari pesawat yang jatuh ke laut Karawang hanya sekitar 13 menit setelah tinggal landas itu. Total ada 189 orang di dalam pesawat nahas itu termasuk penumpang dan awak pesawat (sebelumnya diberitakan ada 188 orang).
Lebih lanjut, Aji mengatakan lokasi lambung pesawat belum diidentifikasi. Perairan tempat pesawat jatuh diperkirakan memiliki kedalaman 30 meter. Pencarian saat ini direncanakan berlangsung selama tujuh hari dan bisa diperpanjang.
Disewa dari Perusahaan di China?
Kantor berita resmi China (CNS) mengatakan bahwa Lion Air menyewa pesawat tersebut dari sebuah perusahaan di Tiongkok, yaitu China Minsheng Investment Group Leasing Holdings Ltd. CMIG Leasing adalah bagian dari CMIG grup, yang memiliki bisnis di beberapa bidang termasuk logistik, energi dan perawatan kesehatan.
Menurut kantor berita CNS, praktik penyewaan pesawat ini adalah hal yang wajar dijumpai dalam pengoperasian angkutan penerbangan sipil. Namun, ia mengatakan CMIG tidak mengeluarkan komentar apa pun terkait hal ini.
Situs web pelacakan penerbangan Flightradar24 mengatakan pesawat Lion Air yang jatuh adalah pesawat baru yang baru beroperasi selama beberapa bulan.
Situs ini mengatakan pesawat Max 877 terdaftar sebagai PK-LQP dan dikirim ke maskapai Lion Air Agustus lalu. Max 8 adalah bagian dari seri 737 terbaru dari Boeing Co yang menggantikan seri 737-800.
Juru bicara Boeing, Paul Lewis, mengatakan Boeing "memantau dengan seksama situasi ini" tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang pesawat yang bersangkutan.
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026