Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Minus Potensi Wisata, Desa Amerthabuana Selat Kembangkan Produk Gula Semut
Minggu, 18 November 2018,
17:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ingin sehat namun tetap bisa menikmati manisnya hidup, Gula Semut salah satu referensi bagi para penderita kadar gula darang tinggi agar tetap bisa menikmati rasa manis.
Gula semut merupakan produk lokal unggulan dari Desa Amerthabuana, Selat, Karangasem yang terbuat dari bahan dasar Tuak Manis minuman tradisional khas warga Karangasem. Menurut I Komang Arnawa selaku ketua kelompok Gula Semut Ambu Desa Amerthabuana, tercetusnya gagasan untuk membuat produk gula semut ini antaran Desa Amertha Bhuana sendiri sejauh ini belum memiliki potensi Pariwisata.
Menimbang kondisi tersebut, Arnawa bersama Kepala Desa, I Wayan Suara Arsana lantas mendapatkan ide untuk membuat Gula Semut. Gagasan ini juga didasari kebanyakan warganya berpencaharian sebagai petani tuwak sehingga jika produk tersebut laris maka akan berpengaruh kepada perekonomian warga Desa.
"Di Desa Amerthabuana tidak ada lokasi wisata, jadi kita coba buat produk ini, disamping kebanyakan warga juga sebagai petani Tuwak," kata Arnawa.
Untuk pembuatan Gula Semut, tidak semua tuwak bisa dipergunakan sebagai bahan dasar. Khusus untuk pembuatan produk ini yang dipergunakan hanyalah tuak manis dengan lau (ramua) les atau bagian dalam kayu Nangka. Ada tiga pohon penghasil tuak, yakni pohon kelapa, pohon lontar dan pohon aren. Namun hanya tuak dari pohon aren saja yang paling baik sebagai bahan dasar Gula Semut ini.
"Nanti hasilnya juga berbeda baik dari kualitas dan warnanya juga," ungkap Arnawa.
Proses pembuatannya sendiri bisa dikatakan cukup mudah hanya perlu waktu 4 jam saja dari proses awal pemasakan tuwak kemudian proses pengkristalan serta proses oven untuk mengurangi kadar air dalam gula sehingga bisa bertahan lebih lama.
Sementara itu, untuk bahan baku dirinya membeli langsung dari petani dengan harga Rp.3.000 per kilonya lebih tinggi dari harga di luar. Untuk 40 liter tuwak bisa menghasilkan 15 kilogram Gula Semut. Untuk harga perkilonya dijual Rp. 150 ribu saja. Arnawa mengungkapkan Gula Semut ini memiliki beberapa khasiat untuk kesehatan salah satunya Gula Semut baik dikonsumsi bagi para penderita diabetes dan Anemia.
Berita Premium
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 734 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026