Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cegah Sampah Berserakan, Pantai Tulamben Memerlukan Ratusan Tong Sampah
Selasa, 20 November 2018,
09:36 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Penyediaan ratusan unit tong-tong sampah di sekitar pantai maupun di Desa Tulamben sangat dibutuhkan demi keberlangsungan pariwisata di daerah tersebut kedepan.
Kadus Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem I Nyoman Suastika mengatakan kebersihan lingkungan sekitar pantai dan laut Tulamben menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar lagi karena merupakan daya tarik utama wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.
Ia mencontohkan jika kebersihan lingkungan diabaikan dan semakin banyak sampah-sampah berserakan tentu wisatawan akan enggan datang ke pantai Tulamben. Mereka pun semakin malas untuk menyelam juga untuk menikmati indahnya terumbu karang di dalam laut Tulamben. Maka dari itu, dengan minimnya tong-tong sampah di sekitar pantai Tulamben akan sangat mengkhawatirkan, bahkan pengunjung bisa saja ikut membuang sampah sembarangan karena melihat minimnya tong sampah di sekitar lokasi.
"Melihat kondisi tersebut, serta melihat volume kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Jangan sampai, malah menimbulkan masalah baru. Ya, masalah sampah tersebut nantinya," katanya.
Menurut dirinya, pengelolaan sampah terpadu telah dilakukan oleh masyarakat Desa Tulamben sejak 2013 telah lakukan pengelolaan sampah lewat Banjar. Selanjutnya, setelah mendapat gedung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada 2015 akhirnya aktif dalam pengelolaan sampah kembali.
Menurutnya pengelolaan sampah mulai dilakukan salah satunya dengan cara diangkut mulai dari hotel-hotel yang dilakukan pengangkutan mulai dari 2 hari sekali, di rumah warga 1 hari sekali. Jika dilihat juga saat ini, di sekolah-sekolah merupakan penyumbang sampah lumayan banyak sehingga dilakukan pengangkutan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.
"Jangan sampai seiring meningkatnya volume sampah, malah desa kami menjadi tawarkan wisata sampah ke wisatawan," ucapnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026