Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cegah Sampah Berserakan, Pantai Tulamben Memerlukan Ratusan Tong Sampah

Selasa, 20 November 2018, 09:36 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Penyediaan ratusan unit tong-tong sampah di sekitar pantai maupun di Desa Tulamben sangat dibutuhkan demi keberlangsungan pariwisata di daerah tersebut kedepan.
 
Kadus Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem I Nyoman Suastika mengatakan kebersihan lingkungan sekitar pantai dan laut Tulamben menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar lagi karena merupakan daya tarik utama wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.
 
Ia mencontohkan jika kebersihan lingkungan diabaikan dan semakin banyak sampah-sampah berserakan tentu wisatawan akan enggan datang ke pantai Tulamben. Mereka pun semakin malas untuk menyelam juga untuk menikmati indahnya terumbu karang di dalam laut Tulamben. Maka dari itu, dengan minimnya tong-tong sampah di sekitar pantai Tulamben akan sangat mengkhawatirkan, bahkan pengunjung bisa saja ikut membuang sampah sembarangan karena melihat minimnya tong sampah di sekitar lokasi.
 
 
"Melihat kondisi tersebut, serta melihat volume kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Jangan sampai, malah menimbulkan masalah baru. Ya, masalah sampah tersebut nantinya," katanya.
 
Menurut dirinya, pengelolaan sampah terpadu telah dilakukan oleh masyarakat Desa Tulamben sejak 2013 telah lakukan pengelolaan  sampah lewat Banjar. Selanjutnya, setelah mendapat gedung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada 2015 akhirnya aktif dalam pengelolaan sampah kembali.
 
Menurutnya pengelolaan sampah mulai dilakukan salah satunya dengan cara diangkut mulai dari hotel-hotel yang dilakukan pengangkutan mulai dari 2 hari sekali, di rumah warga 1 hari sekali. Jika dilihat juga saat ini, di sekolah-sekolah merupakan penyumbang sampah lumayan banyak sehingga dilakukan pengangkutan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.
 
"Jangan sampai seiring meningkatnya volume sampah, malah desa kami menjadi tawarkan wisata sampah ke wisatawan," ucapnya. 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami