Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Data Satelit, PVMBG Sebut Sebaran Abu Vulkanik Capai Ketinggian 5.500 Meter
Senin, 31 Desember 2018,
16:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Pasca erupsi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani melaksanakan rilis pers terkait kondisi terkini dari aktivitas Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali pada pos pemantauan Gunung Api Agung Rendang, Karangasem, Senin (31/12).
[pilihan-redaksi]
Disebutkan, terkait erupsi Gunung Agung pada tanggal 30 Desember 2018 pukul 04.09 wita selama 3 menit 8 detik dengan amplitudo 22 mm. Erupsi ini terjadi akibat adanya overpreasure karena akumulasi gas gas vulkanik. Pada saat erupsi teramati sinar api di areal puncak kawah Gunung. Hanya saja ketinggian abu tidak teramati lantaran tertutup kabut.
Disebutkan, terkait erupsi Gunung Agung pada tanggal 30 Desember 2018 pukul 04.09 wita selama 3 menit 8 detik dengan amplitudo 22 mm. Erupsi ini terjadi akibat adanya overpreasure karena akumulasi gas gas vulkanik. Pada saat erupsi teramati sinar api di areal puncak kawah Gunung. Hanya saja ketinggian abu tidak teramati lantaran tertutup kabut.
Berdasarkan informasi satelit, abu vulkanik bergerak ke arah tenggara dengan ktinggian abu vulkanik mencapai 5500 meter di atas permukaan laut. Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di wilayah karangasem sektor tenggara Gunung Agung. Sebelum erupsi ini terjadi, tidak teramati peningkatan intensitas kegempaan yang signifikan namun beberapa gempa vulkanik terekam diantaranya, gempa di lereng utara Gunung Agung pada tanggal 28 Desember lalu dengan magnitude M2.7 pukul 02.49 wita dan M2.4 pukul 15.31 wita.
Gempa yang terjadi mengindikasikan adanya pergerakan magma kepermukaan pada periode 27 sampai 29 Desember 2018 (sebelum erupsi). Selain itu, satelit MODIS juga tidak menunjukkan adanya anomali termal dipermukaan kawah Gunung Agung yang mengindikasikan tidak adanya materian lava segar dipermukaan kawah.
[pilihan-redaksi2]
Sebelum erupsi, Gunung Agung mengalami erupsi pada tanggal 27 juli 2018 dan 29 juli 2018 pukul 06.47 wita. Disamping itu, peristiwa gempa lombok dengan magnitude M6.4 disertai beberapa aftershok rentetan gempa bumi tektonik di sekitar pulau lombok teramati mempengaruhi aktivitas Gunung Agung dimana guncangannya berperan dalam pelepasan gas gas vulkanik yang dimanifestasikan dipermukaan dalam bentuk hembusan.
Sebelum erupsi, Gunung Agung mengalami erupsi pada tanggal 27 juli 2018 dan 29 juli 2018 pukul 06.47 wita. Disamping itu, peristiwa gempa lombok dengan magnitude M6.4 disertai beberapa aftershok rentetan gempa bumi tektonik di sekitar pulau lombok teramati mempengaruhi aktivitas Gunung Agung dimana guncangannya berperan dalam pelepasan gas gas vulkanik yang dimanifestasikan dipermukaan dalam bentuk hembusan.
Pada kondisi ini, akumulasi gas dikedalaman menjadi terganggu sehingga potensi erupsi justru berkurang selam periode aftershok gempa lombok. Gunung Agung tidak erupsi namun seiring dengan berkurangnya gempa tektonik, akumulasi gas vulkanik di Gunung Agung menjadi memungkinkan. Dalam sebulan terakhir gempa gempa yang terekam di Gunung Agung didominasi oleh gempa hembusan, gempa tektonik dan beberapa kejadian gempa vulkanik dangkal dan dalam. Berdasarkan analisia data secara menyeluruh, potensi untuk terjadinya erupsi yang lebih besar masih relatif kecil. Erupsi yang mungkin terjadi saat ini dapat berupa lontaran material batu atau lava pijar, hujan abu, maupun hembusan gas vulkanik. (bbn/igs/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5940 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4654 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026