Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Data Satelit, PVMBG Sebut Sebaran Abu Vulkanik Capai Ketinggian 5.500 Meter
Senin, 31 Desember 2018,
16:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Pasca erupsi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani melaksanakan rilis pers terkait kondisi terkini dari aktivitas Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali pada pos pemantauan Gunung Api Agung Rendang, Karangasem, Senin (31/12).
[pilihan-redaksi]
Disebutkan, terkait erupsi Gunung Agung pada tanggal 30 Desember 2018 pukul 04.09 wita selama 3 menit 8 detik dengan amplitudo 22 mm. Erupsi ini terjadi akibat adanya overpreasure karena akumulasi gas gas vulkanik. Pada saat erupsi teramati sinar api di areal puncak kawah Gunung. Hanya saja ketinggian abu tidak teramati lantaran tertutup kabut.
Disebutkan, terkait erupsi Gunung Agung pada tanggal 30 Desember 2018 pukul 04.09 wita selama 3 menit 8 detik dengan amplitudo 22 mm. Erupsi ini terjadi akibat adanya overpreasure karena akumulasi gas gas vulkanik. Pada saat erupsi teramati sinar api di areal puncak kawah Gunung. Hanya saja ketinggian abu tidak teramati lantaran tertutup kabut.
Berdasarkan informasi satelit, abu vulkanik bergerak ke arah tenggara dengan ktinggian abu vulkanik mencapai 5500 meter di atas permukaan laut. Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di wilayah karangasem sektor tenggara Gunung Agung. Sebelum erupsi ini terjadi, tidak teramati peningkatan intensitas kegempaan yang signifikan namun beberapa gempa vulkanik terekam diantaranya, gempa di lereng utara Gunung Agung pada tanggal 28 Desember lalu dengan magnitude M2.7 pukul 02.49 wita dan M2.4 pukul 15.31 wita.
Gempa yang terjadi mengindikasikan adanya pergerakan magma kepermukaan pada periode 27 sampai 29 Desember 2018 (sebelum erupsi). Selain itu, satelit MODIS juga tidak menunjukkan adanya anomali termal dipermukaan kawah Gunung Agung yang mengindikasikan tidak adanya materian lava segar dipermukaan kawah.
[pilihan-redaksi2]
Sebelum erupsi, Gunung Agung mengalami erupsi pada tanggal 27 juli 2018 dan 29 juli 2018 pukul 06.47 wita. Disamping itu, peristiwa gempa lombok dengan magnitude M6.4 disertai beberapa aftershok rentetan gempa bumi tektonik di sekitar pulau lombok teramati mempengaruhi aktivitas Gunung Agung dimana guncangannya berperan dalam pelepasan gas gas vulkanik yang dimanifestasikan dipermukaan dalam bentuk hembusan.
Sebelum erupsi, Gunung Agung mengalami erupsi pada tanggal 27 juli 2018 dan 29 juli 2018 pukul 06.47 wita. Disamping itu, peristiwa gempa lombok dengan magnitude M6.4 disertai beberapa aftershok rentetan gempa bumi tektonik di sekitar pulau lombok teramati mempengaruhi aktivitas Gunung Agung dimana guncangannya berperan dalam pelepasan gas gas vulkanik yang dimanifestasikan dipermukaan dalam bentuk hembusan.
Pada kondisi ini, akumulasi gas dikedalaman menjadi terganggu sehingga potensi erupsi justru berkurang selam periode aftershok gempa lombok. Gunung Agung tidak erupsi namun seiring dengan berkurangnya gempa tektonik, akumulasi gas vulkanik di Gunung Agung menjadi memungkinkan. Dalam sebulan terakhir gempa gempa yang terekam di Gunung Agung didominasi oleh gempa hembusan, gempa tektonik dan beberapa kejadian gempa vulkanik dangkal dan dalam. Berdasarkan analisia data secara menyeluruh, potensi untuk terjadinya erupsi yang lebih besar masih relatif kecil. Erupsi yang mungkin terjadi saat ini dapat berupa lontaran material batu atau lava pijar, hujan abu, maupun hembusan gas vulkanik. (bbn/igs/rob)
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2817 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026