Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sekaa Gambuh Desa Pedungan Warisan Suci Para Leluhur
Minggu, 3 Maret 2019,
08:06 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Ketika kesenian luluh lantak terutama akibat kekejaman kolonial belanda, tarian gambuh di desa pedungan, denpasar tetap bertahan. Itu karena hakekat dan dinamika tari gambuh ini menjanjadikan Desa Pedungan terkenal sebagai pusat tarian gambuh di Bali.
[pilihan-redaksi]
Seperti bidang kesenian lain di bali, tarian gambuh di desa pedungan berkembangan dalam lembaran sejarah kesenian bali yang cukup panjang. Awalnya tarian yang komposisi pementasan drama tari ini belum koordinasi dalam wadah sekaa kesenian gambuh. Tarian ini tumbuh alami seiring dengan kebutuhan tarian sakral di desa Pedungan. Gambuh merupakan tarian sakral yang diwarisi secara turun temurun dari para leluhur warga dan berkembang mulai tahun 1836, hingga kini belum di temukan bukti tertulis, apa nama tarian tersebut sebelum dinamakannya tari gambuh.
Seperti bidang kesenian lain di bali, tarian gambuh di desa pedungan berkembangan dalam lembaran sejarah kesenian bali yang cukup panjang. Awalnya tarian yang komposisi pementasan drama tari ini belum koordinasi dalam wadah sekaa kesenian gambuh. Tarian ini tumbuh alami seiring dengan kebutuhan tarian sakral di desa Pedungan. Gambuh merupakan tarian sakral yang diwarisi secara turun temurun dari para leluhur warga dan berkembang mulai tahun 1836, hingga kini belum di temukan bukti tertulis, apa nama tarian tersebut sebelum dinamakannya tari gambuh.
Kesan ritualisme tarian gambuh tercermin karena tarian ini manifestasi dari titah Ida Betara di Puseh Pedungan. Karenanya tarian gambuh ini lebih populer dengan sebutan gambuh gambuh “duwe”. kepopulerannya tidah hanya di lingkungan banjar pedungan, melainkan jauh di luar pura antara lain sempat dikembangkan kalangan puri pemecutan denpasar. Sebelum di puri pemecutan, di Pedungan sudah terdapat sekaa “darurat” gambuh yang beranggotakan penari dari banjar-banjar yang ada di pedungan dan luar pedungan. Selanutnya, gambuh “duwe” puri denpasar.
[pilihan-redaksi2]
Ketika terjadi perang puputan badung, gambuh di pedungan sempat punah dan tidak terwadah dalam sekaa. Namun setelah peristiwa heroik, sejumlah tokoh masyarakat hancur diantaranya lewat membentuk sekaa gambuh. Sekqaa gambuh inilah yang sempat mengibarkan desa pedungan hingga pedungan identik dengan tarian gambuhnya.
Ketika terjadi perang puputan badung, gambuh di pedungan sempat punah dan tidak terwadah dalam sekaa. Namun setelah peristiwa heroik, sejumlah tokoh masyarakat hancur diantaranya lewat membentuk sekaa gambuh. Sekqaa gambuh inilah yang sempat mengibarkan desa pedungan hingga pedungan identik dengan tarian gambuhnya.
Berdirinya lembaga pendidikan seni tari di Bali (ASTI) memberikan ingin segar kelestarian gambuh Desa Pedengan. Pihak ASTI selain menjadikan gambuh pedungan sebagai kajian dan penelitian tari gambuh, ASTI sekaligus memperoleh tenaga pengajar tari gambuh. Selain untuk tenaga pengajar dari sekaa gambuh ini ASTI jugak sempat melaksanakan pentas tari gambuh bersama diantaranya di Jaba Puri Satria pada tahun 1967. Berkat sekolah seni ini gabuh pedungan memperoleh perhatian terutama bidang penataan yang menggunakan gamelan semar pegulingan. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026