Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Badan Meteorologi AS Hapus ''Florence'' dan ''Michael'' Sebagai Nama Badai
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Amerika. Badai Florence dan Michael, yang menimbulkan kehancuran parah dan kematian di Amerika tahun lalu, tidak akan digunakan lagi sebagai nama badai. The National Oceanic & Atmospheric Administration pada Rabu (20/3) mengatakan untuk musim badai pada 2024 mendatang, kedua nama itu akan digantikan dengan “Francine” dan “Milton.”
Dikutip dari www.voaindonesia.com disebutkan bahwa Organisasi Meteorologi Dunia PBB memiliki enam daftar yang masing-masing berisi 21 nama, yang disusun secara alphabet dan bergantian antara nama laki-laki dan perempuan. Setiap daftar itu digunakan sekali dalam enam tahun. Kelompok daftar yang saat ini digunakan adalah untuk periode 2018 – 2023, dan siklus baru akan dimulai pada 2024.
Nama badai tertentu tidak akan lagi digunakan jika badai itu membawa kehancuran sangat dahsyat sehingga menjadi hal yang tidak sensitif jika menggunakan kembali nama tersebut. Nama badai yang pertama kali “diistirahatkan” atau tidak digunakan lagi adalah Carol, pada 1954. Sejauh ini ada 88 nama yang sudah dihapus dari daftar itu. [bbn/ www.voaindonesia.com/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun