Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Selain Green Campus, PIB Juga Lestarikan Kambing Gembrong Dari Kepunahan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Kambing Gembrong merupakan rumpun kambing lokal Bali yang telah dibudidayakan secara turun-temurun, sehingga menjadi kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Bali.
Kambing Gembrong mempunyai keseragaman bentuk fisik yang khas dibandingkan dengan kambing asli dan kambing lokal lain. Bulunya panjang, menutupi muka bagian leher dan kaki menjadi salah satu ciri khas kambing gembrong. Ciri ini hanya terdapat pada kambing jantan, sedangkan yang betina tidak.

Keberadaan kambing gembrong yang merupakan kambing asli Bali seperti halnya Anjing Kintamani, kini kian terancam punah.
Sebab saat ini populasinya tinggal puluhan ekor saja. Adalah kampus Politeknik Internasional Bali yang merupakan Green Campus pertama di Bali sangat peduli dengan kelestarian Kambing Gembrong tersebut. Di halaman kampus terlihat 2 ekor Kambing Gembrong dari total 29 kambing yang dipelihara oleh kampus.
[pilihan-redaksi]
Menurut Direktur Kampus Politeknik Internasional Bali (PIB) yang telah mampu membawa Program Studi D4 Manajemen Bisnis Hotel mencapai kreditasi B dalam 2 tahun, Prof. Dr.Ir. Sulistyawati, M.S.,M.M.,M.Mis.,D.Th.,Ph.D., D.Ag, Kamis,(2/5) di Tabanan mengatakan keberadaan Kambing Gembrong sudah memasuki masa kritis, jumlah populasinya sudah sangat berkurang.
"Bagaimanapun Kambing Gembrong sebagai ternak asli Bali jangan sampai punah, PIB sebagai green campus peduli untuk turut serta membudidayakannya, dan baru saja lahir 2 ekor, " ujar Prof. Suli.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardiana mengatakan populasi hewan yang hampir punah Kambing Gembrong pada tahun 2017 hanya tinggal sekitar 30 ekor di desa Kubu, Karangasem. Setelah itu oleh Balai Penelitian Tanaman Pangan (BPTP) dipindah ke desa Nyanyi Tabanan hingga jumlahnya mencapai 40 ekor. Selain itu, BPTP juga menyerahkan kepada perseorangan untuk dikembangbiakan.
[pilihan-redaksi2]
Keberadaan Kambing Gembrong di lingkungan kampus disambut positif oleh mahasiswa. Selain kambing, juga ada angsa dan hewan lainnya yang membuat suasana kampus menjadi indah.
"Keberadaan hewan langka di kampus membuat kami memiliki rasa kepedulian untuk turut menjaganya dari ancaman kepunahan," ungkap Gendis Ihza Maghfira dari Prodi D3 Seni dan Kuliner PIB.
.jpg)
Kampus yang baru beroperasi 2 tahun ini memiliki total lahan seluas 15 hektar, dan saat ini baru sebagian dibangun untuk kampus seluas 5 hektar. Saat ini, telah terlihat ruang hijaunya sangat mendominasi dan sangat serasi dengan arsitektur bangunannya. Sebuah kampus yang sangat nyaman untuk mengenyam pendidikan, khususnya pendidikan pariwisata. (gus)
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3772 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1712 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang