Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mengunjungi Yayasan Pelestarian Penyu di Serangan
Rabu, 12 Juni 2019,
15:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Penyu menjadi hewan langka karena daging maupun sisik penyu sangat berharga sehingga perburuan liar akan satwa ini kerap terjadi. Dengan fenomena tersebut untuk menyelamatkan penyu dari perburuan liar dibentuklah Yayasan Pelestarian Penyu.
[pilihan-redaksi]
Yayasan Pelestarian Penyu sudah dibentuk di beberapa kota, salah satunya Yayasan Pelestarian Penyu Serangan. Yayasan ini didirikan oleh I Wayan Raga yang merupakan warga asli Serangan pada tanggal 5 Juli 1989 yang berlokasi di Jalan Tukad Punggawa, No. 32 Denpasar Selatan. Yayasan Pelestarian Penyu Serangan merupakan Yayasan milik pribadi (Non Pemerintah) yang memiliki misi untuk menyelamatkan dan melestarikan penyu.
Yayasan Pelestarian Penyu sudah dibentuk di beberapa kota, salah satunya Yayasan Pelestarian Penyu Serangan. Yayasan ini didirikan oleh I Wayan Raga yang merupakan warga asli Serangan pada tanggal 5 Juli 1989 yang berlokasi di Jalan Tukad Punggawa, No. 32 Denpasar Selatan. Yayasan Pelestarian Penyu Serangan merupakan Yayasan milik pribadi (Non Pemerintah) yang memiliki misi untuk menyelamatkan dan melestarikan penyu.
Di Yayasan ini terdapat berbagai jenis penyu mulai dari penyu hijau, sisik dan yang lainnya. Yayasan ini berbeda dengan penangkaran penyu yang lainnya yaitu pada Yayasan ini terdapat penyu yang sudah tua yakni berumur 70 tahun sehingga hal ini menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi tempat ini.

Selain penyu dewasa di Yayasan ini juga terdapat tukik atau anak penyu sehingga di Yayasan ini terdapat dua kolam untuk memisahkan penyu dewasa dan anaknya hal ini dilakukan agar tukik atau anak penyu lebih aman tidak dimakan oleh induknya.
Di Yayasan pelestarian penyu ini juga terdapat penetasan telur penyu yang jika beruntung kita dapat melihat proses kelahiran penyu. Di Yayasan ini juga menjual suvenir penyu yang dapat dibeli sebagai oleh-oleh atau sebagai tanda bahwa sudah pernah berkunjung ke penangkaran ini.
[pilihan-redaksi2]
Meski sifatnya edukatif, namun pengembangan Yayasan ini terkendala status milik pribadi. "Jadi biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan Yayasan ini cukup banyak, sedangkan pemasukan Yayasan ini hanya dari sumbangan sukarela dari pengunjung. Hal ini menjadikan perawatan penyu pun menjadi seadanya," ungkap Sugiana (30) Pengelola Yayasan Pelestarian Penyu Serangan.
Meski sifatnya edukatif, namun pengembangan Yayasan ini terkendala status milik pribadi. "Jadi biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan Yayasan ini cukup banyak, sedangkan pemasukan Yayasan ini hanya dari sumbangan sukarela dari pengunjung. Hal ini menjadikan perawatan penyu pun menjadi seadanya," ungkap Sugiana (30) Pengelola Yayasan Pelestarian Penyu Serangan.
Jadwal berkunjung ke Yayasan Pelestarian Penyu Serangan ini, dibuka dari jam 10.00-16.00 Wita. Untuk masuk ke Yayasan ini tidak menggunakan tiket cukup berdonasi suka rela di kotak hitam yang berada di samping kolam. Donasi ini digunakan untuk keberlangsungan hidup penyu.
“Tempatnya sangat nyaman. Apalagi didepan terdapat 3 gazebo besar yang cocok untuk bersantai di sore hari dikala penatnya suasana Denpasar," ujar Bram, salah satu pengunjung. (bbn/Unud/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026