Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Mata Tertutup, Telinga Disumpal dan Mulut Dilakban, Kunto Bakal 'Ngedrum' 7,4 Jam Non-Stop
Jumat, 9 Agustus 2019,
17:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Drummer Indonesia pemegang rekor dunia Guinness World Records, Kunto Hartono akan menggebrak Bali dengan even bertajuk "Ngedrum 7,4 Jam Non-Stop Dengan Mata Ditutup, Telinga Disumpal & Mulut Dilakban".
[pilihan-redaksi]
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Bakti Pertiwi Jati (BPJ) dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang digelar pada hari Sabtu, 10 Agustus 2019 dengan tema "Genderang Persatuan Indonesia, Membumikan Nusantara Menduniakan Indonesia". Kegiatan ini akan mulai pukul 14.00 - 21.04 WITA bertempat di Pantai Festival Padang Galak, Denpasar.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Bakti Pertiwi Jati (BPJ) dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang digelar pada hari Sabtu, 10 Agustus 2019 dengan tema "Genderang Persatuan Indonesia, Membumikan Nusantara Menduniakan Indonesia". Kegiatan ini akan mulai pukul 14.00 - 21.04 WITA bertempat di Pantai Festival Padang Galak, Denpasar.
"Mas Kunto memiliki visi dan misi yang sama dengan BPJ, diantaranya mengangkat heritage, seni & budaya Nusantara ke level dunia. Selain Mas Kunto, juga akan digelar Melukis dengan Mata Ditutup yang dilakukan oleh Ki Jembrong F SE," ujar I Gusti Ngurah Bagus Muditha selaku Pembina Yayasan BPJ.
Drummer yang pernah tampil di "Final FIFA World Cup 2018 Russia" dengan NgeDrum 4,5 Jam Mata Ditutup ini akan tampil di Pantai Padang Galak dengan drum yang tidak lazim. "Mas Kunto minta agar drum yang akan digunakan diganti dengan kendang Bali dan musik yang dimainkan pun adalah musik daerah, agar nuansa Kearifan lokal Nusantara bisa lebih terasa," ujar Mangku Made Sarayoga selaku Penanggung Jawab Kegiatan dari Yayasan BPJ.
[pilihan-redaksi2]
Kunto yang dikenal dengan sebutan #DrummerSakti ini getol menyuarakan perdamaian dunia dan kegiatan kemanusiaan melalui even rekor dunia. Rekor dunia untuk perdamaian dunia dan kegiatan kemanusiaan pernah dilakukannya di Castelo Branco, Portugal pada tanggal 20 - 24 September 2017 lalu, dimana saat itu Kunto bersama 4 drummer dari 4 negara untuk membantu anak-anak korban perang di Syria, #Drum4Syaria.
Kunto yang dikenal dengan sebutan #DrummerSakti ini getol menyuarakan perdamaian dunia dan kegiatan kemanusiaan melalui even rekor dunia. Rekor dunia untuk perdamaian dunia dan kegiatan kemanusiaan pernah dilakukannya di Castelo Branco, Portugal pada tanggal 20 - 24 September 2017 lalu, dimana saat itu Kunto bersama 4 drummer dari 4 negara untuk membantu anak-anak korban perang di Syria, #Drum4Syaria.
"Di event #Drum4Humanity di Pantai Padang Galak, saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendonasikan sebagian hartanya melalui rekening "Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di BCA: 6760303818. Semoga selama 7,4 jam NgeDrum nanti, dana yang terkumpul dapat membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam yang akhir-akhir ini melanda Indonesia," ujar drummer gondrong beruban ini.
Kegiatan ini sebagai pemanasan bagi Kunto sebelum menjalani rekor dunia "The Longest Drumming 111 Hours By A Team" yang dilakukannya bersama 4 drummer dari 4 negara untuk membantu anak-anak korban perang Palestina (#Drum4Palestine) di Nusa Dua, Bali, bulan Oktober 2019 nanti. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026