Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tensi PB Djarum vs KPAI Jangan Korbankan Masa Depan Anak
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Langkah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mempermasalahkan Persatuan Bulutangkis Djarum (PB Djarum) melakukan kegiatan dengan menampilkan brand produk tembakau (rokok) menuai pro dan kontra. KPAI menganggap, sesuai UU yang berlaku, perusahaan rokok dilarang menampilkan logo, merk, atau brand image produk tembakau dalam melaksanakan kegiatan.
[pilihan-redaksi]
PB Djarum pun merespon tak kalah reaktif dengan menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis mulai tahun 2020 mendatang. Pandangan kritis KPAI dan respon dari PB Djarum membuat viral di jagat media, hingga menjadikannya trending topic.
Tensi antar instansi menjadi menghangat dan seolah tak ada yang mau mengalah. Secara substantif, ketegangan antar lembaga tersebut tentu amat berdampak pada (potensi) masa depan anak, terutama bakat-bakat emas atlet Indonesia di masa yang akan datang. Seperti bara api dalam sekam yang jika dibiarkan terlalu lama berhembus akan menimbulkan kebakaran yang tak terkira.
Sebagai negara berdasar hukum, hendaklah hukum dijadikan panglima oleh seluruh lembaga yang ada di Indonesia. Beberapa kalangan menilai PB Djarum dinilai melanggar hukum, cepat “ngambek”, dikritisi komitmennya yang telah berpuluh-puluh tahun membangun generasi emas bulutangkis Indonesia, serta di-bully ketidakdewasaannya sebagai perusahaan terkemuka yang dituakan.
Begitu juga dengan KPAI yang dianggap terlalu mencari-cari permasalahan yang tidak substantif, mengabaikan aspek-aspek lain yang lebih penting dan potensial untuk diselesaikan (kekerasan & perdagangan anak, anak putus sekolah, anak jalanan, dan sebagainya), serta dianggap kurang cermat membaca implikasi tindakan yang justru malah merugikan anak.
Mungkin beberapa di antara kita lupa bahwa PB Djarum sejak awal dan puluhan tahun, konsisten menjadi yang terbesar dalam mendukung pengembangan bakat atlet bulutangkis Indonesia melalui program beasiswa dan pendidikan yang sebenarnya secara teknis, atlet tersebut jauh dari pengaruh rokok. Apa yang dilakukan PB Djarum sejak dahulu mengalir begitu saja. Skema dan sponsorshipnya pun tidak jauh berbeda dengan yang dulu. Tentu ini menimbulkan pertanyaan, ada apa?
Senada dengan hal di atas, KPAI juga punya peran tak kalah penting dalam melindungi anak-anak Indonesia. KPAI mampu memberikan pengaruh cukup besar dalam mengurangi angka kekerasan terhadap anak di Indonesia. Begitu juga dalam pendidikan anak di sekolah. KPAI juga terlibat aktif mengawasi mutu pendidikan sekolah, utamanya yang berkaitan dengan perlindungan anak. Kasus eksploitasi anak dalam politik/pemilu, serta perdagangan anak pun sering mendapat sorotan dari KPAI yang membuat penegak hukum memberi prioritas atas masalah-masalah yang menyangkut anak.
[pilihan-redaksi2]
Dari perjuangan-perjuangan itu tentu kita sepakat, bahwa baik PB Djarum maupun KPAI sesungguhnya adalah visi penting perjuangan yang bisa dianggap sebagai salah satu pahlawan bagi masa depan anak Indonesia. Jika memang benar kritik tersebut ditujukan untuk membenahi manajemen pelibatan anak, tentu haruslah ada komitmen besar untuk duduk bersama. Tidak cukup antar dua instansi. Menteri bahkan Presiden sebagai kepala negara perlu turun tangan (hands on).
Jangan main-main dengan masa depan anak Indonesia. Jangan biarkan pihak yang tidak berkepentingan memperkeruh suasana. Jika memang benar negara menganggap anak adalah bagian masa depan suatu negara, maka pemerintah perlu menanggapinya dengan sangat serius, cepat, dan memperoleh win-win solutions. Rakyat mendambakan sinergi antar keduanya sebagai benteng yang melindungi dan memastikan masa depan anak, terutama atlet-atlet bulutangkis yang beberapa di antaranya telah tersohor di seantero dunia.
Penulis
I P. G. Sutharyana Tubuh Wibawa
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan