Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tim SAR dan Polair Evakuasi Kapal Mati Mesin di Selat Lombok
Rabu, 18 September 2019,
09:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Denpasar. Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi KLM Mutiara Inti Permata yang dilaporkan mengalami mati mesin di Selat Lombok, Selasa (17/9) pukul 21.00 WITA.
[pilihan-redaksi]
Bersama anggota Ditpolair Polda NTB dan KSOP Lembar bergerak dari pelabuhan Lembar menuju lokasi kejadian, dengan titik koordinat 08°32"168' S-115°50"019'E.
Bersama anggota Ditpolair Polda NTB dan KSOP Lembar bergerak dari pelabuhan Lembar menuju lokasi kejadian, dengan titik koordinat 08°32"168' S-115°50"019'E.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya menjelaskan, kapal beserta enam orang penumpang terdiri atas satu orang nahkoda dan lima anak buah Kapal (ABK), berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.
"Seluruh penumpang dalam keadaan selamat, dan sudah diserahkan ke pihak berwenang di Pelabuhan Lembar kemarin malam," kata I Nyoman Sidakarya dikonfirmasi, Rabu (18/9).
Nyoman Sidakarya menyebutkan, keenam penumpang KLM Mutiara Inti Permata yakni Salam, 53 tahun selaku nahkoda kapal. Safrin, 58, Taufik, 35 selaku ABK berasal dari kabupaten Bima, NTB. Sedangkan tiga ABK lainnya Anis, 58, Frans, 60 tahun berasal dari NTT. Dan satu ABK atas nama Peter, 35 tahun berasal dari Ambon, Maluku.
Nyoman Sidakarya memaparkan, KLM Mutiara Inti Permata berangkat dari Surabaya, Jawa timur dengan tujuan Bima, NTB pada Sabtu (14/9) pukul 11.00 Wita.
"Kapal mengalami kerusakan mesin sejak Senin (16/9) pukul 18.00 wita di sekitar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2," papar Nyoman Sidakarya.
[pilihan-redaksi2]
Kapal kayu dengan panjang 28 meter GT 169 T mengangkut barang-barang niaga berupa kebutuhan pokok, peralatan rumah tangga, dan barang lainnya.
Kapal kayu dengan panjang 28 meter GT 169 T mengangkut barang-barang niaga berupa kebutuhan pokok, peralatan rumah tangga, dan barang lainnya.
"Bapak Salam selaku nahkoda memberikan laporan kejadian kemarin pukul 14.20 WITA. Kemudian laporan kami tindaklanjuti dengan memberangkatkan tim rescue menggunakan kapal Rescue Boat 220 Mataram," jelasnya lagi.
Setelah hampir dua jam pencarian, kapal ditemukan dalam kondisi terapung di perairan selat Lombok. Atau sekitar ALKI 2 dengan jarak 18,75 nautical mile dari pelabuhan Lembar. (bbn/lom/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026