Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Koster: Bangun SDM yang Menentukan Arus Perubahan, Bukan Sekadar Mengikuti Arus
Jumat, 20 September 2019,
20:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Gubernur Bali Wayan Koster menekankan agar hendaknya masyarakat bukan berpatokan pada kesukuan, di mana masyarakat Bali sebagai penganut Hindu yang berada di wilayah Indonesia, harus tetap mengikuti dinamika nasional, dalam berkewarganegaraan harus berpegang teguh pada Ideologi bangsa yakni Pancasila dan UUD 1945.
[pilihan-redaksi]
"Dengan menjadi penganut agama yang baik, itu akan menjadi fondasi yang kuat dalam membangun kebangsaan kita. Kita akan bisa melawan pertarungan ideologi yang mengikis rasa kebangsaan kita, karena sejatinya pertarungan ideologi itulah tantangan terbesar kita saat ini. Kita harus bangun SDM kita. Walaupun minoritas, jika SDM kita bagus, berprestasi, kita akan bisa menguasai dunia. Kita harus bisa menjadi orang yang menentukan arus perubahan, bukan hanya sekadar mengikuti arus," ujarnya mengakhiri sambutan seraya mengajak para generasi muda agar jangan hanya bisa mengikuti arus perkembangan zaman.
"Dengan menjadi penganut agama yang baik, itu akan menjadi fondasi yang kuat dalam membangun kebangsaan kita. Kita akan bisa melawan pertarungan ideologi yang mengikis rasa kebangsaan kita, karena sejatinya pertarungan ideologi itulah tantangan terbesar kita saat ini. Kita harus bangun SDM kita. Walaupun minoritas, jika SDM kita bagus, berprestasi, kita akan bisa menguasai dunia. Kita harus bisa menjadi orang yang menentukan arus perubahan, bukan hanya sekadar mengikuti arus," ujarnya mengakhiri sambutan seraya mengajak para generasi muda agar jangan hanya bisa mengikuti arus perkembangan zaman.
Hal itu diungkapkannya didampingi Ny Putri Suastini Koster membuka secara resmi penyelenggaraan World Hindu Wisdom Meets 2019 di Aula SMA Bali Mandara, Kubutambahan, Buleleng, Jumat (20/9).
Pada kesempatan ini, Gubernur Koster menyampaikan bahwa masyarakat Bali yang mayoritas menganut Hindu memiliki keunikan tersendiri dibanding Agama Hindu yang dianut secara universal, di mana pelaksanaan agama, adat istiadat dan budaya menyatu, yang satu sama lainnya saling menguatkan.
Untuk itu eksistensi dan keberlangsungan Agama Hindu ala Bali harus tetap dijaga, terlebih dalam kaitan membangun karakter generasi muda harus tetap bernafaskan kehinduan dan kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di Bali, sehingga generasi Muda bali semakin berkarakter, dipandang, dihargai dan mendapat pengakuan orang luar.
"Kita harus bisa menempatkan Agama Hindu sesuai porsinya, kalau di Bali harus dilaksanakan sesuai tata cara yang berkembang di Bali, mengedepankan kearifan lokal. Kita harus memahami batasan-batasan, mana hal-hal yang benar-benar fundamental dan prinsipil yang tidak boleh dirubah harus kita jaga, mana hal-hal yang bisa dikembangkan mengikuti perubaham zaman. Karena itulah keunikan agama Hindu kita di Bali yang harus dijaga eksistensinya. Para generasi muda harus kita arahkan berdasarkan ideologi lokal yang kita miliki agar semakin berkarakter," ujar Gubernur Koster di hadapan para peserta dan anak didik SMAN-SMKN Bali Mandara.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, Presiden World Hindu Parisadh (WHP) Drs Made Mangku Pastika MM menyatakan dipilihnya SMAN Bali Mandara sebagai tempat penyelenggaraan acara bertema 'Membentuk Karakter Pemimpin Masa Depan', tak lepas dari tujuan dibangunnya sekolah tersebut yang dipersiapkan untuk menyiapkan, mendidik, mengarahkan, membina para generasi muda calon pemimpin masa depan.
Sementara itu, Presiden World Hindu Parisadh (WHP) Drs Made Mangku Pastika MM menyatakan dipilihnya SMAN Bali Mandara sebagai tempat penyelenggaraan acara bertema 'Membentuk Karakter Pemimpin Masa Depan', tak lepas dari tujuan dibangunnya sekolah tersebut yang dipersiapkan untuk menyiapkan, mendidik, mengarahkan, membina para generasi muda calon pemimpin masa depan.
Acara yang disusun lebih banyak melibatkan generasi muda, menurut Made Mangku Pastika, dalam rangka memberikan pandangan kepada generasi muda tentang wawasan beragama dalam menjalani kehidupan. Ia pun mengajak para generasi muda untuk berbangga menganut agama Hindu.
"Teori kepemimpinan Hindu sampai saat ini masih relevan dijadikan acuan pembentukan karakter pemimpin. Pemimpin-pemimpin besar dan tokoh-tokoh dunia belajar dari Hindu, karena Hindu logis, fleksibel, universal dan sebagainya jadi banggalah sebagai orang Hindu," ujar Made Mangku Pastika. (bbn/humasbali/rob)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3886 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2842 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2042 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1992 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026