Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Koster: Bangun SDM yang Menentukan Arus Perubahan, Bukan Sekadar Mengikuti Arus
Jumat, 20 September 2019,
20:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Gubernur Bali Wayan Koster menekankan agar hendaknya masyarakat bukan berpatokan pada kesukuan, di mana masyarakat Bali sebagai penganut Hindu yang berada di wilayah Indonesia, harus tetap mengikuti dinamika nasional, dalam berkewarganegaraan harus berpegang teguh pada Ideologi bangsa yakni Pancasila dan UUD 1945.
[pilihan-redaksi]
"Dengan menjadi penganut agama yang baik, itu akan menjadi fondasi yang kuat dalam membangun kebangsaan kita. Kita akan bisa melawan pertarungan ideologi yang mengikis rasa kebangsaan kita, karena sejatinya pertarungan ideologi itulah tantangan terbesar kita saat ini. Kita harus bangun SDM kita. Walaupun minoritas, jika SDM kita bagus, berprestasi, kita akan bisa menguasai dunia. Kita harus bisa menjadi orang yang menentukan arus perubahan, bukan hanya sekadar mengikuti arus," ujarnya mengakhiri sambutan seraya mengajak para generasi muda agar jangan hanya bisa mengikuti arus perkembangan zaman.
"Dengan menjadi penganut agama yang baik, itu akan menjadi fondasi yang kuat dalam membangun kebangsaan kita. Kita akan bisa melawan pertarungan ideologi yang mengikis rasa kebangsaan kita, karena sejatinya pertarungan ideologi itulah tantangan terbesar kita saat ini. Kita harus bangun SDM kita. Walaupun minoritas, jika SDM kita bagus, berprestasi, kita akan bisa menguasai dunia. Kita harus bisa menjadi orang yang menentukan arus perubahan, bukan hanya sekadar mengikuti arus," ujarnya mengakhiri sambutan seraya mengajak para generasi muda agar jangan hanya bisa mengikuti arus perkembangan zaman.
Hal itu diungkapkannya didampingi Ny Putri Suastini Koster membuka secara resmi penyelenggaraan World Hindu Wisdom Meets 2019 di Aula SMA Bali Mandara, Kubutambahan, Buleleng, Jumat (20/9).
Pada kesempatan ini, Gubernur Koster menyampaikan bahwa masyarakat Bali yang mayoritas menganut Hindu memiliki keunikan tersendiri dibanding Agama Hindu yang dianut secara universal, di mana pelaksanaan agama, adat istiadat dan budaya menyatu, yang satu sama lainnya saling menguatkan.
Untuk itu eksistensi dan keberlangsungan Agama Hindu ala Bali harus tetap dijaga, terlebih dalam kaitan membangun karakter generasi muda harus tetap bernafaskan kehinduan dan kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di Bali, sehingga generasi Muda bali semakin berkarakter, dipandang, dihargai dan mendapat pengakuan orang luar.
"Kita harus bisa menempatkan Agama Hindu sesuai porsinya, kalau di Bali harus dilaksanakan sesuai tata cara yang berkembang di Bali, mengedepankan kearifan lokal. Kita harus memahami batasan-batasan, mana hal-hal yang benar-benar fundamental dan prinsipil yang tidak boleh dirubah harus kita jaga, mana hal-hal yang bisa dikembangkan mengikuti perubaham zaman. Karena itulah keunikan agama Hindu kita di Bali yang harus dijaga eksistensinya. Para generasi muda harus kita arahkan berdasarkan ideologi lokal yang kita miliki agar semakin berkarakter," ujar Gubernur Koster di hadapan para peserta dan anak didik SMAN-SMKN Bali Mandara.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, Presiden World Hindu Parisadh (WHP) Drs Made Mangku Pastika MM menyatakan dipilihnya SMAN Bali Mandara sebagai tempat penyelenggaraan acara bertema 'Membentuk Karakter Pemimpin Masa Depan', tak lepas dari tujuan dibangunnya sekolah tersebut yang dipersiapkan untuk menyiapkan, mendidik, mengarahkan, membina para generasi muda calon pemimpin masa depan.
Sementara itu, Presiden World Hindu Parisadh (WHP) Drs Made Mangku Pastika MM menyatakan dipilihnya SMAN Bali Mandara sebagai tempat penyelenggaraan acara bertema 'Membentuk Karakter Pemimpin Masa Depan', tak lepas dari tujuan dibangunnya sekolah tersebut yang dipersiapkan untuk menyiapkan, mendidik, mengarahkan, membina para generasi muda calon pemimpin masa depan.
Acara yang disusun lebih banyak melibatkan generasi muda, menurut Made Mangku Pastika, dalam rangka memberikan pandangan kepada generasi muda tentang wawasan beragama dalam menjalani kehidupan. Ia pun mengajak para generasi muda untuk berbangga menganut agama Hindu.
"Teori kepemimpinan Hindu sampai saat ini masih relevan dijadikan acuan pembentukan karakter pemimpin. Pemimpin-pemimpin besar dan tokoh-tokoh dunia belajar dari Hindu, karena Hindu logis, fleksibel, universal dan sebagainya jadi banggalah sebagai orang Hindu," ujar Made Mangku Pastika. (bbn/humasbali/rob)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026