Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jadi Calon Kades Desa Dauh Puri Kauh, Sukarja Fokus Keamanan Lewat Pecalang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Menjadi Calon Pebekel Dauh Puri Kauh periode 2019-2025, I Wayan Sukarja SH, akan memprioritaskan keamanan wilayah yang mengusung wawasan budaya dengan menggunakan pecalang.
[pilihan-redaksi]
Hal ini diungkapkannya usai pertemuan dalam menyerap aspirasi warga Desa Dauh Puri Kauh di Denpasar, Jumat (27/9/2019) malam. Lebih lanjut ia menjelaskan dalam perannya Pecalang desa akan bekerja sama dengan Linmas dan Babinkabtibmas. Jadi, selain menjaga keamanan, mereka juga diarahkan untuk penataan lingkungan di sekitar desa.
Alasan lain, dalam perkuat keamanan, menurutnya akan berdampak bagi meningkatnya pendapatan desa karena iklim usaha di lingkungan desa merasa nyaman dan aman.

Sukarja yang memperoleh nomor urut 2 dalam rapat pleno desa sebelumnya itu akan juga memprioritaskan penataan lingkungan seperti wilayah pinggiran Pura Puseh dan pinggir kali agar terlihat bersih, rapi yang ujungnya terjaganya kesehatan warga. "Karena bersih dan rapi pangkalnya adalah kesehatan," ujarnya.
Terkait penataan lingkungan juga, penglingsir di Banjar Jematang ini juga telah melakukan pendekatan kepada Camat dan mendapat dukungan dalam penataan jalan dan bangunan di desa Dauh Puri Kauh yang dipadati oleh pelaku usaha. "Berdasarkan aturan, nanti kita akan rapatkan dengan pelaku usaha yang memiliki bangunan agar disesuaikan dengan budaya Bali, jika masih membandel ya mekanismenya akan dikirim surat panggilan hingga batasnya 3 kali," tandasnya.
Sukarja yang mempunyai motto 'Nangun Jagat Parahita’, yang artinya membangun desa dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat itu menjelaskan dalam hal pengembangan potensi desa yang bisa dimaksimalkan. Salah satunya adalah dengan memberdayakan warga untuk pembinaan ternak dan pertanian dengan mendayagunakan lahan tidur di masing-masing warga untuk menanam sayuran. Selain itu, pihaknya juga akan mengembangkan ekonomi kreatif.
"Nantinya hasil dari ternak dan tani tersebut akan dipasarkan lewat BUMDes yang nantinya menyasar pelaku usaha di sekitar wilayah desa sebagai peluang bisnis sangat terbuka lebar," sebutnya.
Sedangkan untuk memaksimalkan pendapatan dari pelaku usaha yang berdomisili di wilayah Desa Dauh Puri Kauh, pihaknya tidak serta merta menerapkan pungutan yang berpotensi melanggar aturan Saber Pungli. Nantinya akan dibahas bagaimana pelaksanaan tersebut lebih lanjut.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, salah satu warga Made Partadana mengharapkan agar Sukarja jika terpilih nantinya akan lebih memperhatikan pemerataan pembangunan di sejumlah banjar di Desa Dauh Puri Kauh. Ia juga berharap, Sukarja mampu mengayomi semua warga dan bertanggung jawab sebagai kepala desa yang mewujudkan komitmennya untuk mensejahterakan warga.
"Yang jelas kami optimistis Sukarja nantinya akan melakukan upaya baik dalam penataan infrastruktur, SDM, keamanan, UMKM yang diharapkan bisa mewujudkan desa maju berlandaskan Tri Hita Karana," ungkapnya.
Optimisme ini tidak lepas juga dari dukungan relawan 02 yang terdiri dari himpunan pemuda di beberapa banjar di desa Dauh Puri Kauh, yang peduli untuk kemajuan desa yang diketuai I Putu Dedy Suparna.(bbn/rob/rob)
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2931 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun