Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Polresta Selidiki Kasus Pengeroyokan Wakil Bendesa Adat Banjar Wangaya Kelod
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Wakil Bendesa Adat di Banjar Wangaya Kelod, Denpasar Barat, Bagus Kertha Negara (49), mengalami aksi pengeroyokan pada Selasa (1/10/2019) oleh belasan pemuda diduga anggota ormas di Bali. Tiga pelaku diketahui bernama Pande Naya (46) dan dua anaknya.
[pilihan-redaksi]
Kasus pengeroyokan ini sudah dilaporkan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Denpasar. Menurut Bagus Kertha Negara, ia dikeroyok belasan pelaku di sebuah Gang 4a/4, selatan Balai Banjar Wangaya Klod Jalan Kartini Denpasar, Selasa (1/10) sekitar pukul 18.30 WITA.
Wakil Bendesa Adat Denpasar itu menghadiri lomba Desa Anak-Anak Muda di Balai Banjar Wangaya Klod yang dihadiri oleh Walikota Denpasar IB Rai Mantra. Acara pun selesai, korban mengobrol dengan rekan-rekannya sambil berdiri di selatan Balai Banjar. Tak lama, korban mendengar teriakan dari pelaku Pande Naya yang mencari dirinya. Pelaku tampak memarkirkan mobilnya di selatan banjar bersama anaknya laki-laki dan seorang perempuan.
Setelah mendekati korban, bapak anak ini langsung mengeroyok. Pande Naya dan anak laki-lakinya memukul bagian wajah korban. Sedangkan anak perempuannya ikut menjambak rambut korban. Saat dikeroyok, datang sekitar 15 pemuda diduga anggota ormas ikut memukuli korban.
Akibat dikeroyok belasan pelaku, korban mengalami luka lebam dipelipis kiri, kepala bagian kanan benjol, pangkal lengan kanan terasa sakit dan baju yang dipakai korban di robek.
"Saya dikeroyok dengan tangan kosong dan ada yang mukul pakai kayu, hp saya diambil," ungkap korban.
Tidak terima dikeroyok korban melaporkan kejadian ke SPKT Polresta Denpasar. Selain itu, korban juga divisum dan dilakukan pengecekan melalui CT Scan. Korban juga mengaku heran kenapa dikeroyok karena selama ini tidak ada masalah dengan pelaku.
[pilihan-redaksi2]
"Saya hadir sebagai undangan dari Bendesa Adat, kenapa mobil yang dipindahkan kok saya yang jadi sasaran,” herannya.
Tidak hanya dikeroyok handphone korban juga diambil para pelaku. Handphone tersebut sempat dihubungi istrinya namun masih aktif. Tapi setiap kali ditelepon ada yang menerima namun tidak berbicara apa. Korban pun berharap agar polisi segera menangkap para pelakunya.
"Saya berharap Polisi secepatnya menangkap para pelaku," pintanya.
Dihubungi wartawan, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan pihaknya sudah menerima laporan korban dan masih tahap penyelidikan.
"Masih mengumpulkan bukti dan saksi-saksi. Sabar ya, kami menyelidikinya," ujarnya. (bbn/spy/rob)
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2182 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2009 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1923 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun