Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Mitigasi Bencana Diharapkan Sudah Diajarkan Sejak Usia Dini
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Karena berada dalam wilayah Ring of Fire atau dikelilingi oleh gunung berapi yang rentan akan bencana alam, maka pembekalan terhadap mitigasi bencana sudah sepatutnya diberikan sejak usia dini.
Demikian disampaikan Bunda PAUD Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat membuka acara Workshop Pendidikan Kebencanaan Bagi Penglola dan Pendidikan PAUD Tahun 2019 di Aula BP PAUD dan Dikmas, Denpasar, pada Rabu (16/10).
[pilihanredaksi]
Mitigasi bencana sendiri menurut Ny. Putri Koster, salah satunya adalah penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Maka itu, keberadaan guru Taman Kanak-Kanak (TK) memegang peranan penting dan strategis dalam mentransfer ilmu termasuk strategi jitu dalam transfer ilmu kebencanaan.
Diakui pihanya, mendidik anak usia dini dari generasi alpha bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dengan tantangan tersendiri. Sebab sejak lahir generasi ini sudah hidup di dunia dengan perkembangan teknologi yang tumbuh pesat.
"Gagdet sudah menjadi bagian dari hidup mereka sepenuhnya," kata dia.
Untuk itu, pendekatan pemberian pemahaman mesti disesuaikan dengan karakter dan kondisi mereka saat ini. Tujuannnya agar penyampaian pengetahuan tersebut mudah diserap dan diterima oleh anak usia dini.
"Sehingga pada saat terjadi bencana setidaknya anak-anak sudah mengetahui apa yang harus mereka lakukan," terangnya.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan