Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Perhiasan Emas Putih Diburu Eksekutif Muda dan Ibu Rumah Tangga
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perhiasan berbahan baku emas putih sampai saat ini masih diminati pasar khususnya dari kalangan eksekutif muda maupun Ibu-Ibu rumah tangga.
[pilihan-redaksi]
General Manager PT Gold Martindo, Sjarkowi Hanafi mengatakan hal tersebut disebabkan karena, emas putih dilihat lebih simpel serta elegan jika dibandingan dengan perhiasan emas berwarna kuning pada umumnya.
"Konsumen masih memilih perhiasan emas putih untuk dibeli. Emas putih dipilih dikarenakan lebih simpel dan elegan. Dan jika dikombinasikan dengan berlian akan teihat lebih putih serta bercahaya, jika dibandingan dengan mas berwarna kuning," jelasnya belum lama ini di Denpasar.
Dikatakan untuk rentan berat produk perhiasan emas putih yang diburu konsumen beragam jenis dan bentuknya mulai dari cincin dengan berat 3,5 sampai 7 gram, Liontin 2,3 sampai 5 gram sedangkan untuk produk perhiasan emas putih dengan jenis gelang bisa mencapai 10 gram paling dicari.
Ia melanjutkan rata-rata pangsa pasar sampai saat ini masih menyasar konsumen di kalangan eksekutif muda maupun Ibu rumah tangga. Dia menambahkan, agar mampu menarik minat pasar, tentu desain atau produk baru akan diluncurkan setiap tahunnya. Hal ini dimaksudkan untuk memberi keleluasaan, serta memberikan pilihan yang beragam bagi para konsumen.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun