Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
BMKG Tanggapi Soal Isu Sinar Laser Penghambat Terbentuknya Awan Hujan di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menanggapi isu sinar laser yang disorot ke awan sehingga menghalangi terjadinya pembentukan awan hujan dan mengakibatkan terhambatnya hujan turun pada bulan Desember di Bali.
Kasubid Pelayanan Jasa BMKG Wilayah III, Decky Irmawan mengatakan kecil dugaan sinar laser menjadi penyebab terlambatnya turun hujan karena sinar harus dikonfirmasi terlebih dahulu apa yang dimaksud sinar laser atau kemungkinan sinar lampu sorot.
"Apakah sinar laser memengaruhi atau mampu menghalangi pembentukan awan. Terkait isu tersebut, tentu harus dipahami terlebih dahulu. Apakah benar yang dimaksud atau dilihat tersebut sinar laser atau malah lampu sorot oleh masyarakat dikira sinar dari laser," jelasnya, Senin (2/12/2019).
Ia menjelaskan jika melihat cirinya sifat sinar laser tegak lurus dalam artian sorot sinarnya tidak terpencar. Sinar laser juga membutuhkan temperatur tinggi. Selanjutnya, kata dia, untuk mengetahui apakah benar sinar laser mampu memecah awan, jika dicontohkan tinggi awan di Bali rata-rata 550 sampai pada 600 tinggi awan rendah. Lalu pertanyaannya, apakah dengan sumber cahaya dari laser terhadap ketinggian awan tersebut, apakah sudah sangat jauh dari batas maksimal untuk menguapkan awan.
"Kecil dugaan bahwa laser dapat memengaruhi atau menghambat pertumbuhan dari awan. Jika secara umum hal tersebut dianggap sebagai laser, tentu akan membutuhkan panas sangat kuat. Sementara uap air akan menguap pada suhu 100 derajat celcius. Apakan dari sinar laser ke tinggi dasar awan mencapai 100 derajat celcius, sehingga dapat menguapkanya," tanyanya
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2757 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun