Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Klarifikasi Wedakarna: Sebagai Ksatria, Saya Wajib Meluruskan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Terkait pernyataannya tentang gelar "Surya" dan kesulinggihan yang menjadi polemik dan dianggap memprovokasi, Arya Wedakarna (AWK) memberikan klarifikasi.
[pilihan-redaksi]
Terkait konteks pernyataan tersebut dijelaskan bahwa kronologisnya saat ini pihaknya diundang oleh Griya Bhujangga untuk Dharma Wacana dan dihadapan pemangku se-Bali. Apa yang disampaikannya dinilai sesuatu yang biasa saja dan apa adanya. Ia menegaskan ada yang perlu diluruskan agar tidak ada persepsi yang keliru terhadap posisi kesulinggihan.
"Terus terang saja perbedaan pandangan antara Sarwa Sedaka dan Tri Sedaka itu masih ada, dan rakyat kecil masih takut menyuarakan. Sebagai Ksatria tentu harus membela para Sulinggihnya termasuk mensejajarkan kesulinggihan di semua tingkatan," sebutnya.
Menurutnya gelar Surya adalah hanya untuk para Dwijati, bukan untuk walaka karena di Hindu hanya dikenal dengan Warna.
"Bagi kami gelar Surya itu khusus bagi Brahmana Embas apapun sorohnya," ujarnya.
Secara internal sebagai Penglingsir Tegeh Kori pihaknya selalu menyebut para Pandita sulinggih dgn surya.
"Jadi jelas gelar “surya” bukan monopoli satu kelompok. Intinya tidak boleh ada yg memonopoli kebenaran di Bali," tandasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun