Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Wedakarna : Perbedaan Antara Sarwa Sedaka dan Tri Sedaka Itu Masih Ada
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Terkait pernyataannya tentang gelar "Surya" dan persaingan sulinggih di Bali yang menjadi polemik dan dianggap memprovokasi, Arya Wedakarna (AWK) memberikan klarifikasi.
"Terus terang saja perbedaan pandangan antara Sarwa Sedaka dan Tri Sedaka itu masih ada, dan rakyat kecil masih takut menyuarakan. Sebagai Ksatria tentu harus membela para Sulinggihnya, termasuk mensejajarkan kesulinggihan di semua tingkatan," sebutnya saat memberi klarifikasi kepada Beritabali.com.
Tri Sedaka adalah pendeta Hindu dari Warga Brahmana Siwa (Pedanda Siwa), Warga Brahmana Bhoda (Pedanda Bhoda) serta dari Warga Bhujangga Waisnawa (Jero Gede). Sementara Sarwa Sedaka, yaitu pandita atau pendeta Hindu dari berbagai kelompok warga yang ada di Bali
Terkait polemik penyebutan "Surya" untuk kelompok tertentu di Bali, menurutnya, penyebutan "Surya" adalah hanya untuk para Dwijati, bukan untuk Walaka (warga biasa), karena di Hindu hanya dikenal dengan sistem "Warna".
"Bagi kami gelar "Surya" itu khusus bagi Brahmana Embas apapun sorohnya," ujarnya.
Secara internal sebagai Penglingsir Tegeh Kori, pihaknya selalu menyebut para Pandita sulinggih dengan Surya.
"Jadi jelas gelar “Surya” bukan monopoli satu kelompok. Intinya tidak boleh ada yang memonopoli kebenaran di Bali," tandasnya.
Pernyataan Wedakarna yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat tersebut disampaikan saat ia diundang oleh Griya Bhujangga untuk memberi Dharma Wacana dan itu disampaikan di hadapan para pemangku Hindu se-Bali.
Apa yang disampaikan, menurut Senator Bali kontroversial ini, dinilai sebagai sesuatu yang biasa saja dan apa adanya. Ia menegaskan memang ada yang perlu diluruskan agar tidak ada persepsi yang keliru terhadap posisi kesulinggihan di Bali.
Terkait pernyataannya yang menuai pro dan kontra ini, Arya Wedakarna didesak untuk minta maaf kepada para sulinggih dari soroh atau kelompok tertentu. Salah satu warga Bali yakni Ida Bagus Kade Perdana menyebut pernyataan Wedakarna ngawur, arogan dan provokatif.
Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus Susena, mendesak kepada Arya Wedakarna untuk memelihara persatuan Hindu Bali dan berpegang pada etika dan penghormatan kepada sulinggih Hindu di Bali.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan