Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Berhubungan Seks Selama Menstruasi Tidak Berbahaya?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dilansir oleh Asia One, hubungan seksual selama menstruasi justru tidak berbahaya. Namun, beberapa ilmuwan memang berpendapat bahwa tubuh wanita lebih rentan selama menstruasi.
[pilihan-redaksi]
PH vagina wanita lebih tinggi dan kurang asam dari biasanya selama periode mentsruasi. Selain itu, leher rahim juga diposisikan lebih rendah dengam pembukaan lebih melebar. Bahkan lapisan endometrium juga tidak ada selama menstruasi.
Ketiga faktor ini memiliki risiko teoritis yang memungkinkan organisme untuk mengakses aliran darah selama seks penetrasi.
Kedua belah pihak bisa mendapat darah menstruasi atau itu berceceran di tempat tidur. Kondisi ini pastinya akan memengaruhi kenyamanan dan kesenangan pasangan berhubungan seks.
Bahaya lain dari hubungan seks selama menstruasi adalah penyebaran infeksi menular seksual. Virus seperti Hepatitis B dan HIV dapat menyebar melalui menstruasi.
Karena itu, penggunaan kondom selama berhubungan seks sangat penting untuk mengurangi infeksi, meskipun Anda tidak sedang menstruasi.
Perlu dipahami pula berhubungan seks selama menstruasi tidak akan menyebabkan kehamilan. Karena ovulasi biasanya terjadi lebih dari 10 hari lagi setelah menstruasi.
Namun khusus wanita yang memiliki siklus pendek, masih memiliki kemungkinan hamil setelah berhubungan seks selama menstruasi.
Kehamilan ini terjadi karena sperma bisa bertahan hidup di rahim hingga lima hari. Dengan demikian, pasangan yang berhubungan seks pada akhir perdarahan masih bisa hamil empat sampai lima hari kemudian.
Beberapa penelitian telah mengungkap manfaat kesehatan dari hubungan seks selama menstruasi. Penelitian ini mempercayai kalau berhubungan seks bisa meredakan kram menstruasi.
Karena, orgasme bisa membuat rahim berkontraksi lebih lanjut untuk mengeluarkan lapisan menstruasi, yang menghasilkan interval menstruasi lebih pendek.
Beberapa penelitian juga berpendapat bahwa darah menstruasi berperan sebagai pelumas alami dan pelepasan endorfin saat berhubungan seks, membuat wanita rileks dan mengurangi banyak gejala nyeri haid.
Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa perempuan mengalami peningkatan dorongan seks selama periode menstruasi. Hubungan antara keduanya ini belum diketahui. Namun, kondisi ini mungkin dipengaruhi oleh peningkatan kadar testosteron selama menstruasi.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan