Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bupati Suradnyana Gagas Even Budaya Sebagai Pembentukan Karakter Masyarakat
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pembangunan tidak bisa hanya dilihat dari pembangunan fisik semata seperti seberapa banyak gedung dan jalan dibangun. Namun, pembangunan non fisik seperti pembentukan karakter masyarakat juga sangat penting. Salah satunya melalui even-even budaya.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut diungkapkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST saat ditemui usai menerima audiensi Dinas Kebudayaan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Selasa (21/1). Bupati Agus Suradnyana menjelaskan membangun karakter masyarakat yang berbasis budaya itu sangat susah.
Budaya itu bisa membentuk orang untuk lebih cinta dan lebih santun. Membangun mental dan karakter tidak bisa diukur dengan ukuran pasti. Namun, dengan karakter yang berbasis budaya, masyarakat luar bisa merasakan Buleleng lebih aman dan orang-orangnya lebih toleran.
“Ini mahal. Kita harus bisa membangun karakter ini yang berbasis budaya secara tepat dan benar,” jelasnya.
Even-even budaya yang akan digelar pada tahun 2020 juga diharapkan membentuk karakter masyarakat. Ini menjadi terkait dan otomatis terjadi. Seperti situasi Buleleng saat ini. Buleleng sudah lebih nyaman dan banyak masyarakat mulai berkesenian. Di samping itu, pengembangan pariwisata juga tidak akan berarti tanpa adanya atraksi kebudayaan.
“Atraksi kebudayaan yang ada sangat mendukung perkembangan dan keberlanjutan pariwisata,” ujar Agus Suradnyana.
Agus Suradnyana pun mengajak masyarakat untuk memahami secara lebih mendalam tentang adanya even-even budaya seperti festival yang sudah berjalan selama ini. Pola pikir masyarakat harus terintegrasi. Tidak lagi berpikir secara parsial. Semuanya harus terintegrasi.
“Ini komunitas. Pembentukan karakter bisa dijalankan di komunitas-komunitas seperti komunitas seni dan budaya,” ajaknya.
Mengenai persiapan awal even-even budaya tahun 2020, mantan anggota DPRD Provinsi Bali meminta kepada Dinas Kebudayaan untuk ada inovasi-inovasi baru. Ada hal-hal yang bisa dielaborasi dan diangkat termasuk mana yang belum pernah ditampilkan. Sehingga, sifatnya lebih pemberdayaan dan lebih melestarikan budaya-budaya yang ada.
“Ini penting. Sekali lagi untuk pembentukan karakter masyarakat Buleleng,” ungkap Agus Suradnyana.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Drs. I Made Sudiarba menyebutkan ada konsep-konsep tambahan acara pada even budaya tahun ini. Pada pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten akan ada pagelaran dari tiga negara perwakilan anggota UNESCO. Selama satu minggu, para penari dari tiga negara ini memiliki kegiatan sosial dan juga kebersihan lingkungan.
“Mereka akan membawa tarian masyarakat atau folk dance,” sebutnya.
Dirinya menambahkan, pada intinya, semua masih pada kajian dan pengambilan keputusan. Salah satu yang sudah disetujui oleh pimpinan adalah dari California, Amerika Serikat yaitu tarian dan musik kolaborasi dengan kebudayaan Bali. Nanti, akan ada anak-anak dan juga mahasiswa dari California.
“Mereka akan berkolaborasi pada seni musik dan tarian,” tandas Sudiarba.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun