Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Viral Haturkan Segehan Wong-Wongan di Medsos, Ini Kata Sejumlah Tokoh Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Banyak warga bertanya-tanya tentang kepastian atas imbauan menghaturkan segehan nasi wong-wongan yang menyebar di media sosial beberapa hari belakangan ini untuk mengantisipasi virus corona.
[pilihan-redaksi]
Dalam tulisan yang menyebar tersebut dikatakan, dengan adanya wabah virus yang sedang marak, warga diharapkan untuk menghaturkan segehan berbentuk orang di pemedal atau pintu gerbang rumah.
Segehan dibuat dari nasi putih dibentuk menyerupai manusia atau wong-wongan yang diberi bawang merah tiga biji, jahe tiga iris, garam dan uang bolong atau uang logam satu untuk pemirak, canang satu beserta 5 batang dupa.
Sebagian warga masih bertanya-tanya, namun sebagian lagi ada juga yang langsung melaksanakannya.
"Saya sudah buat kemarin setelah baca di grup chatting, ya sejauh ini belum ada himbauan langsung, tetapi kalo tujuannya baik ya apa salahnya kan," kata Komang Ayu salah seorang ibu rumah tangga asal Karangasem, Kamis (05/03/2020).
Sementara itu khusus di Desa Adat Besakih, Rendang, Karangasem. Warga Desa Adat setempat bahkan diberikan imbauan agar menghaturkan segehan wong-wongan tersebut.
Seperti yang dijelaskan oleh Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiarta saat dikonfirmasi.
Pihaknya mengakui telah mengeluarkan imbaun kepada warganya untuk menghaturkan segehan wong-wongan tersebut meski sejauh ini dasar-dasar dan sumber pastinya belum diketahui.
Hanya saja, Jero Mangku Widiarta menegaskan jika itu semua dilakukan untuk kebaikan tentunya tidak ada salahnya karena semua berharap agar Bali pada umumnya aman.
"Tidak ada dasar sastranya, karena kita memang kesadaran sendiri, kalo demi kebaikan apa salahnya juga kita lakukan toh semuanya berharap agar bali aman terlebih dengan merebaknya virus corona," terang Jero Mangku Widiarta.
Di satu sisi, Ketua MDA Kabupaten Karangasem, I Wayan Arta Dipa ketika ditanya mengenai imbauan tentang menghaturkan segehan tersebut mengakui kalau sejauh ini pihaknya masih mencari sumber dari informasi yang menyebar tersebut.
Namun apabila secara perseorangan warga ingin menghaturkan, menurut Arta Dipa itu sah-sah sebagai yadnya terlebih tujuannya baik berdoa agar Bali tetap aman.
"Secara lembaga kita belum ada mengeluarkan imbauan dan masih telusuri informasi tersebut, tetapi jika secara perorangan ingin menghaturkan, boleh saja namanya meyadnya apalagi demi kebaikan," jelas Arta Dipa dihubungi via telepon.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan