Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dituding Sebarkan Hoaks 25 Pasien Corona Meninggal, Rektor Musni Umar Minta Maaf
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lewat cuitannya di medsos, Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar dituding telah menyebarkan kabar bohong atau hoaks terkait virus corona. Musni menyebut ada sebanyak 25 pasien virus corona baru Covid-19 di Bali meninggal.
[pilihan-redaksi]
Hal itu disampaikan oleh Musni melalui akun Twitter miliknya @musniumar. Musni mengaku sedih dengan serangan virus corona yang masuk ke Indonesia. Ia menyebut akan melakukan kampanye pencegahan virus corona di Jakarta agar virus tak semakin menyebar.
"Kita sedih serangan virus corona mengganas sudah 25 pasien di Bali wafat. Fakultas Farmasi Universitas Ibnu Chaldun akan melakukan kampanye pencegahan serangan virus corona di lima wilayah DKI. Kampanye pertama di Johar Baru 28 Maret 2020. Saat ini sedang koordinasi di DKI," kata Musni seperti dikutip Suara.com, Kamis (12/3/2020).
Dalam cuitannya, Musni mengutip pemberitaan dari salah satu media mainstream dengan judul artikel 'Pasien Corona Kasus 25 Meninggal Dunia di RSUP Sanglah Bali'. Dalam isi artikel juga dituliskan, bahwa pasien corona yang meninggal aadalah pasien kasus nomor 25, bukan ada 25 pasien yang meninggal akibat virus corona.
Publik mengecam cuitan Musni tersebut yang dinilai telah menyebarkan berita hoaks tidak sesuai fakta. Musni diduga tidak mencermati isi artikel tersebut dan menyebarkan keresahan di tengah masyarakat.
Beragam komentar membanjiri kolom komentar cuitan Musni. Salah satunya adalah politisi PSI Guntur Romli yang menuding Musni hendak mencari panggung dalam fenomena pandemik virus corona.
"25 pasien di Bali wafat? Tidak bisa bedakan pasien ke-25 dengan 25 pasien ya pak? Kalau kayak gini Anda mau cari panggung dengan bikin kampanye pencegahan di Jakarta, malah bikin kacau, hoaks malah tersebar. Tipe-tipe pembela @aniesbaswedan ya kayak gini," ujar @gunromli.
Selain itu, Penulis Maman Suherman atau kerap disapa Kang Maman juga memberikan komentar menohok. Cuitan Kang Maman juga diamini oleh politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.
"Maaf pak @musniumar, saya sangat menghormati ilmuwan, tetapi tidak terhadap bapak," cuit Kang Maman melalui akun @maman1965.
"Sama! Aku pun begitu!" balas Ferdinand melalui akun @ferdinandhaean2.
"Waduh! Tolong Pak Rektor, dibaca dulu artikelnya, dipahami betul, baru share. Yang meninggal 1 orang, pasien nomor 25, bukan 25 orang," kata putri pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, Ienas Tsuroiya melalui akun @tsuroiya.
Berbagai komentar dari warganet juga memenuhi linimasa Twitter. Mereka mendesak agar kepolisian menangkap Musni karena telah membuat warga resah.
"Pak @bareskrimpolri @CCICPolri @divhumas_polri, kata pak @jokowi yang meresahkan karena virus corona ini, tangkap saja," kicau @bambangwisang17.
"Ini profesor hoaks dan tunjukkan kebodohannya. Pasien kasus ke-25 dibuat hoaks 25 pasien di Bali wafat. @divhumas_polri harus diproses ini benar-benar hoaks," ungkap @indomaju4.
Menyadari cuitannya salah, Musni Umar pun mengaku bersalah dan meminta maaf.
"Pembetulan yang meninggal pasien corona kasus 25 buan 25 orang. Saya mohon maaf atas tweet yang salah. Sekali lagi saya mohon maaf atas kekeliruan dan keslahan tersebut," ungkapnya merespon bantahan publik.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan