Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
KABAR BAIK: Peraih Nobel Michael Levitt Sebut Pandemi Corona Segera Berakhir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Peraih Nobel Prize pada 2013, Michael Levitt punya pandangan optimis terhadap pandemi coronavirus Covid-19. Ahli biofisika yang menerima Nobel Prize pada 2013 dalam bidang kimia untuk mengembangkan model kompleks sistem kimia, memiliki pandangan penyakit pandemi corona yang menyebar cepat kemungkinan akan berhenti, tetapi secara bertahap.
[pilihan-redaksi]
Michael Levitt, yang spesialisasinya bukan dalam epidemiologi, mengutip laju peningkatan jumlah kematian di China yang melambat untuk mendukung hipotesisnya.
Seperti dilansir Business Standart, Michael Levitt mengatakan bahwa seperti halnya Cina, Amerika Serikat juga akan melalui yang terburuk dari wabah virus corona Covid-19 lebih cepat daripada yang diantisipasi banyak spesialis.
Pemenang nobel ini telah mulai mempelajari jumlah kasus virus corona di seluruh dunia pada Januari tahun ini. Menurutnya, dunia perlu mengendalikan kepanikan, dan mematuhi langkah-langkah jarak sosial yang wajar untuk mencegah penyebaran Corona Covid-19.
Temuan statistik Michael Levitt pada Februari mengantisipasi bahwa akan ada sekitar 80.000 jumlah kasus yang dikonfirmasi di Cina dengan sekitar 3.250 kematian. Dan perkiraannya ternyata hampir benar dengan total penghitungan sekitar 80.298 kasus dan 3.245 kematian pada pertengahan Februari.
Dia mengatakan, meskipun penyebaran coronavirus Covid-19 memuncak di China, jumlah pasien yang didiagnosis positif menurun sejak 16 Maret.
"Kami akan baik-baik saja," katanya.
Setelah menganalisis data dari 78 negara yang melaporkan lebih dari 50 kasus virus baru setiap hari, Michael Levitt menemukan beberapa tanda-tanda pemulihan.
Fokus intinya bukan pada angka kumulatif, tetapi pada jumlah kasus baru yang diidentifikasi setiap hari dan, khususnya, pada perubahan jumlah itu dari satu hari ke hari berikutnya.
"Jumlahnya masih sulit dilihat tetapi ada tanda-tanda jelas dari pertumbuhan yang melambat," ujar dia.
Michael Levitt mengatakan media menyebabkan kepanikan yang tidak perlu dengan pembaruan terus-menerus tentang jumlah total kasus dan selebritas yang dites positif untuk Covid-19.
Lebih jauh, Michael Levitt menambahkan bahwa langkah-langkah jarak sosial dapat membantu mengurangi penyebaran virus corona untuk menjaga rumah sakit yang sudah terbebani agar tidak jadi kewalahan.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan