Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Unggahan Jerinx di Medsos Ini Tuai Tanggapan Dinkes Klaten, Soal Apa?
BERITABALI.COM, DENPASAR.
I Gede Ari Astana alias Jerinx, penggebuk drum di Superman is Dead (SID) band kembali berpolemik di medsos. Kali ini ia menyoroti soal penanganan pandemi virus corona.
[pilihan-redaksi]
Setelah sebelumnya beradu argumen dengan influencer sekaligus dokter jebolan UGM, dr Tirta terkait virus corona yang disebutnya bagian dari konspirasi global, Jerinx juga merespon dengan mengunggah salah satu keluhan netizen di Insta Story Instagramnya.
Dalam unggahanya itu, seorang netizen pemilik akun teguh_septyan mengungkapkan bahwa ibunya yang mengalami patah tulang tak lekas mendapatkan penanganan. Pihak rumah sakit justru menempatkan ibunya di ruang isolasi penanganan virus corona.
"Ibu saya jatuh di rumah hari Sabtu tanggal 18 April 2020, mengalami patah tulang paha kiri sampai sekarang masih belum ada penanganan cedera yang ada di kaki malah diperiksa corona. Sampai saat ini ibu saya masih di ruang isolasi RS Soeradji Tirtonegoro bersama kakak saya yang menjaga. Sudah dua kali tes hasil negatif tapi belum ada penanganan juga yang kaki patah, padahal ibu saya berobat karena kakinya yang patah, malah disangkut pautkan corona. Mentang-mentang ibu saya dari Jakarta, padahal ibu saya di Klaten sejak 17 Februari sedangkan corona pasien pertama tanggal 2 Maret, mohonlah dahulukan kemanusiaan, ibu saya sudah amat kesakitan tapi tidak didengar pihak RS saya yang di Jakarta ga bisa apa-apa karena kondisi seperti ini," tulisnya.
Unggahan Jerinx yang diteruskan oleh akun @kabarklaten tersebut pun mendapat beragam tanggapan, termasuk diantaranya langsung direspon oleh akun Twitter Dinas Kesehatan Klaten.
Dalam tanggapannya, Dinas Kesehatan Klaten menyebut bahwa RS punya protokol penanganan corona. Di masa pandemi ini memang diperlukan kehati-hatian dalam melaksanakan tata laksana medis.
"Dan ada pemilahan mana kasus gawat, mana kasus darurat, mana kasus tidak gawat dan tidak darurat. Jadi jangan langsung negatif thinking terhadap kebijakan RS. Salam sehat selalu sobat sehat Klaten semua, tetap positif dalam menyimak pesan di balik bencana. Dalam masa sulit ini mari kita saling menguatkan saling mengingatkan dan saling mendoakan. Semoga ibu mendapat penanganan terbaik di RS, kakinya segera pulih dan ananda di Jakarta tenang," jawabnya.
Sementara itu seorang netizen lain yang diketahui seorang dokter turut memberikan komentarnya.
"Bantu informasi ya jadi kenapa RS cenderung "lamban" saat pandemi ini karena RS harus yakin pasiennya tidak menulari seluruh pegawai dan pasien lain yang sedang dirawat. Nah sekarang kasusnya patah tulang yang membutuhkan operasi. Ruang operasi saat ini kebanyakan adalah bertekanan positif karena standar kamar operasi memang seperti itu. Sekarang kalau ada pasien yang ternyata positif corona lalu masuk ruangan bertekanan positif otomatis seluruh aliran udara kamar operasi akan membaur menjadi satu. Makanya skrining corona ini harus betul-betul yakin," terang akun @AbdurraafiIrfan.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3783 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1724 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang