Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ilmuwan China Yakin 99% Uji Coba Vaksin Virus Corona Berhasil
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ilmuwan China yang bekerja mengembangkan vaksin virus Corona Covid-19 mengatakan uji coba yang tengah dilakukan akan berhasil. Mereka yakin 99 persen vaksin itu bakal efektif.
[pilihan-redaksi]
Menyadur Sky News, salah satu perusahaan bioteknologi di Beijing, Sinovac, kekinian telah mencapai tahap 2 uji coba vaksin Corona. Lebih dari seribu sukarelawan telah berpartisipasi dalam pengembangan vaksin tersebut. Sinovac juga tengah merancang pengembangan vaksin ke tahap ketiga atau terakhir.
"Ya, ya. Pasti berhasil, 99 persen (pasti)," kata Luo Baishan, seorang peneliti China di Sinovac, dikutip dari Sky News, Sabtu (30/5/2020).
Bulan lalu, Sinovac menerbitkan hasil uji coba vaksin Corona lewat jurnal Science. Mereka melaporkan bahwa vaksin yang disebut CoronaVac mampu melindungi monyet dari infeksi Covid-19. Kini, masalah terbesar yang dihadapi perusahaan adalah mencari sukarelawan lantaran jumlah kasus Covid-19 di China sudah jauh menurun.
Untuk uji coba tahapan 3, Sinovac bahkan berencana memindahkan tempat penelitian ke negara Eropa. Inggris bakal dipilih, lantaran masih tingginya jumlah infeksi kasus Covid-19 di sana.
"Kami berbicara dengan beberapa negara Eropa dan saya pikir saya juga berdiskusi dengan Inggris," kata Helen Yang, direktur senior hubungan investor Sinovac.
"Saat ini adalah tahap yang sangat awal untuk diskusi."
Kendati uji coba belum selesai, Sinovac dikabarkan tengah membangun pabrik untuk memproduksi vaksin dalam jumlah besar. Pabrik itu terleteak di barat laut Beijing.
Mereka berharap bisa memproduksi sekitar 100 juta dosis. Jumlah yang tak seberapa itu dibanding populasi dunia, diakui akan membuat distribusi vaksin terbatas.
"Ini adalah rekomendasi kami bahwa bukan seluruh populasi yang mendapat vaksin," kata Yang.
"Kami pertama-tama menargetkan kelompok berisiko tinggi, misalnya, petugas kesehatan atau warga senior, yang mungkin memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi."
"Saya pikir itu akan menjadi titik awal. Sejujurnya, vaksin perlu diproduksi banyak," tandasnya.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2621 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2278 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan