Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pasutri Asal Lampung Kabur Usai Hasil Rapid Test Istri Reaktif
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pasangan suami istri asal Lampung kabur dari RS Universitas Udayana setelah mengetahui hasil rapid test istrinya berinisial E (20) menunjukkan gejala reaktif, pada Senin (1/6/2020). Saat ini, pasutri itu tengah dicari-cari tim Gugus Tugas Covid-19 dan jajaran Polresta Denpasar.
[pilihan-redaksi]
Kaburnya pasutri dibenarkan Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan. Ia menegaskan pihaknya masih melakukan pencarian di sejumlah lokasi. "Ya kami sudah mencari ke check point tapi orangnya belum ditemukan, bisa saja masih sembunyi," ungkapnya ke wartawan, Rabu (3/6/2020).
Perwira asal Sumatera Utara itu menegaskan, pihaknya melakukan pencarian agar sang istri yang reaktif itu bisa dirawat atau di swab lebih lanjut. Nantinya akan diketahui apakah yang bersangkutan positif atau negatif covid-19.
Diterangkannya, pencarian ini juga untuk menghindari jika wanita tersebut ternyata positif covid-19. Sehingga yang ditakutkan akan menularkannya ke orang lain selama masa pelariannya.
"Kami niatnya untuk menyelamatkan dia. Tapi yang dikhawatirkan jangan sampai dia menyebarkan ke orang lain," jelasnya.
Mantan Wadireskrimsus Polda Papua Barat itu kembali menegaskan, pihaknya sudah mencari ke rumah kos pasutri itu tapi tidak ditemukan. Kata penghuni kos, keduanya sudah pergi dari kosan saat Polisi datang.
Selain itu pihak keluarga mereka juga tidak mengetahui dimana pasutri tersebut berada. "Kami sudah mencari ke rumah saudaranya, tapi mereka bilang tidak tahu. Tapi keluarganya juga ikut mencari. Semoga cepat ditemukan," tandasnya.
Sebelumnya, pasutri asal Lampung ini mendatangi RS PTN Universitas Udayana, untuk melakukan rapid test, pada Senin (1/6). Namun saat mengetahui hasil rapid test sang istri reaktif covid-19, pasangan suami istri itu ketakutan dan memilih kabur.
"Jadi, suaminya hasilnya negatif. Dan istri reaktif," kata Direktur Utama RS PTN UNUD, Putu Gede Purwa Samatra melalui pesan WhatsApp, Rabu (3/6).Dijelaskannya, sesuai protokol penanganan covid-19, jika hasilnya reaktif maka pasien segera diisolasi di UGD. Tapi, saat akan diberikan penjelasan dan pemberitahuan rencana istrinya akan swab test, suaminya menolak dan pura-pura keluar menelpon keluarganya.
Tak lama mereka kabur. Pihak rumah sakit berupaya menghubungi nomor yang mereka cantumkan saat diperiksa, nomor tersebut tidak lagi aktif.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 733 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan