Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Polda Bali Akan Tuntaskan Kasus Hukum Ismaya Vs Franky
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali yang baru dilantik, Komisaris Besar Polisi Dodi Rahmawan menegaskan pihaknya masih memproses kasus perseteruan antara Ketut Ismaya dan Franky. I Ketut Putra Ismaya dan Franky yang disebut ormas Hercules di Bali bertikai gara-gara saling hujat di media sosial (medsos) hingga berbuntut pelaporan ke Polda.
"Seharusnya kejadian seperti itu tidak perlu terjadi lagi. Masyarakat agar tidak lagi menggiring opini atau menggoreng video yang beredar di media sosial," ungkapnya.
Dijelaskannya, kasus tersebut masih dalam proses. Bahkan pihaknya sudah memanggil dan memeriksa Franky. Barang bukti yang disebut Ismaya sebagai Pistol sudah diamankan.
"Barang bukti sudah kami amankan. Ternyata pistol itu replika,” ungkap Kombes Dodi.
Meski replika, perwira melati tiga dipundak itu berjanji untuk menyelidiki kasus tersebut hingga tuntas. Dalam arti, pihaknya ingin melihat apakah ada unsur ancaman, ataukah unsurnya terpenuhi atau tidak.
Ditegaskannya, pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil tindakan. Pasalnya, setelah dilakukan pemeriksaan ancaman itu terjadi, setelah sebelumnya ada percakapan.
“Tapi yang terjadi di media sosialkan sudah lain. Bahkan sudah masuk ke isu SARA (suku, agama, ras, antargolongan). Tidak ada Ormas Hercules itu di Bali. Kalau pistol yang digunakan itu adalah pistol benaran tidak ada kata lain selain saya tangkap si Franky itu dan diproses. Saya pesan kepada masyarakat untuk bijak dalam melihat persoalan,” pungkasnya.
Sebagai pejabat baru di Direktorat Reskrimum Polda Bali, Kombes Dodi Pol Rahmawan menyatakan akan melanjutkan "commander wish" Kapolda Bali dalam memerangi premanisme dan tindak kekerasan yang terjadi di Bali.
Mantan Direktur Narkoba Polda Sulawesi Tengah ini menegaskan, ditengah wabah covid-19 dan menjelang Pilkada Serentak tahun ini, ia meminta agar masyarakat tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan Bali sebagai destinasi wisata dunia.
“Mari kita menjaga Bali dengan persaudaraan di Bali,” tutur Kombes Dodi, Rabu (24/6/2020).
Ditegaskannya, aksi premanisme sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat. Terlebih, menggunakan politik identitas melalui sarana media sosial untuk mengkomunikasikannya.
"Itu sangat keliru karena bisa terjadi kriminalisasi," ungkapnya.
Diterangkannya, salah satu commander wish Kapolda Bali adalah berantas premanisme. Sebagai pejabat baru Direktur Reskrimum Polda Bali, ia siap melanjutkan program Kapolda dalam menindak tegas para pelakunya.
"Saya berkomitmen untuk menindak tegas premanisme dan pelaku kejahatan lainnya di Bali," tegasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan