Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
350 Layangan Siap Ikuti Lomba Layang-Layang Virtual di Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejumlah upaya dalam memulihkan perekonomian dan aktivitas umum Bali namun tetap aman dari Covid-19 terus dilakukan Pemerintah yang bekerjasama dengan institusi dan berbagai pihak swasta.
[pilihan-redaksi]
Salah satu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan lomba layang-layang virtual yang akan diselenggarakan 12 Juli mendatang di wilayah Sanur, Denpasar. Dukungan ini disampaikan Wakil Gubernur Tjok.
Oka Artha Ardhana Sukawati diruang tamunya saat menerima audensi dari kreator lomba Kadek Suprapta Meranggi (Kadek Sotto) dan team, Selasa (7/7).
Lomba layang-layang virtual ini diikuti sebanyak 350 layangan yang berasal dari Bali, Sulawesi Utara dan juga Lombok. Perlombaan sessi kedua ini dilaksanakan setelah sebelumnya juga diselenggarakan lomba layang-layang virtual akhir Juni lalu, namun karena dianggap sukses, perlombaan ini kembali dilaksanakan sebagai bentuk promosi baru membangkitkan kepercayaan dunia untuk Bali di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda.
Wagub Cok Ace berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas pemuda dalam berkarya, salah satunya membangkitkan layangan kategori inovasi jenis bidadari yang menonjolkan paduan warna dan inovasi.
Sesuai dengan rencana, upaya tatanan kehidupan era baru akan mulai dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada 9 Juli mendatang, sedangkan upaya untuk memulihkan pariwisata yang dimulai dari wisatawan domestik 30 Juli dan 11 September untuk wisatawan internasional.
Lebih spesifik lomba layang-layang virtual kali ini memilih tema layangan "Celepuk vs Kupu-Kupu", yang akan dinilai adalah konsep pembuatan layangan, segi paduan warna, cara menaikkan/ narik layangan di udara, dan seperti biasa di wilayah Bali peserta akan meramaikan lomba ini dengan irama pendamping dari baleganjur. Lebih ditekankan juga peserta penarik layang-layang virtual disyaratkan menggunakan pakaian adat madya sebagai cara dalam menunjukkan budaya adat di Bali.
Penilaian akan dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom, sehingga peserta tidak perlu jauh-jauh datang ke zona "live center". Terkait banyaknya tali layangan yang sudah memakan korban, Kreator Lomba Layang-layang Virtual, Kadek Suprapta Meranggi mengatakan agar para pemuda yang menaikkan layangan ke udara tidak menginapkan layangannya terlalu lama, sehingga dapat memantau kekuatan tali penyangga layangan dengan baik.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan