Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Deteksi Klaster Berpotensi, Buleleng Lakukan Rapid Test Masif
BERITABALI.COM, BULELENG.
Buleleng melakukan rapid test masif di berbagai tempat seperti salah satunya di pasar untuk mendeteksi secara dini klaster-klaster yang berpotensi menyebabkan penyebaran atau penularan.
[pilihan-redaksi]
Upaya tersebut diungkapkan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat memberikan keterangan pers secara virtual, Selasa (7/7).
Gede Suyasa menjelaskan Buleleng menjadikan klaster-klaster yang berpotensial untuk dilakukan rapid test secara sampling. Hasilnya sampai saat ini memang masih non reaktif. Itu didapatkan dari rapid test yang sudah dilakukan di beberapa pasar. Rapid test secara masif dengan metode sampling itu sebagai upaya agar Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak berkeliaran dan dapat mendeteksinya secara dini.
“Sampai saat ini. Rapid test secara masif dilakukan agar mengetahui ada atau tidaknya OTG di sekitar kita,” jelasnya.
Jika ada hasil terkonfirmasi positif, pasti dilakukan tracing. Orang-orang yang kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif tersebut, terus dilacak dan dipantau. Oleh karena itu, tim surveillance selain melakukan tracing, juga berupaya membaca orang-orang atau klaster yang berpotensi tertular atau tidak. Sehingga tim melakukan rapid test terhadap hasil tracing tersebut walaupun statusnya OTG.
“Ada yang menolak karena merasa tidak bergejala ataupun tidak ada apa-apa. Namun, orang yang menolak tersebut berstatus OTG karena kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif,” ujar Gede Suyasa.
Sementara itu, data perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng menunjukkan bahwa kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif di Buleleng sebanyak 102 orang, sembuh secara kumulatif 90 orang, dalam perawatan sebanyak 11 orang dan satu orang di rujuk ke Denpasar. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) negatif secara kumulatif sebanyak 23 orang, PDP terkonfirmasi tujuh orang dan PDP yang dirawat sebanyak satu orang.
Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 124 orang, ODP yang masih di pantau sebanyak satu orang, selesai masa pantau 113 orang dan ODP terkonfirmasi sepuluh orang. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 2.003 orang, OTG selesai masa pantau sebanyak 1.718 orang, sedangkan OTG yang masih karantina mandiri sebanyak 196 orang, dirawat di Giri Emas empat orang, dan OTG terkonfirmasi 85 orang.
Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 4.122 orang dengan rincian 4.094 orang diantaranya sudah selesai masa pantau selama 14 hari dan sisa yang masih dipantau sebanyak 28 orang. Terdiri dari pekerja kapal pesiar berjumlah 25 orang, TKI lainnya terdapat dua orang, dan pulang dari luar negeri ada satu orang.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun