Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Soal Kasus Jerinx, Ini Respon Gubernur Bali Wayan Koster
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gubernur Bali Wayan Koster angkat suara terkait kasus pemain drum Superman Is Dead Jerinx. Ia menyatakan mendukung proses hukum yang kini tengah berjalan di Polda Bali.
“Pak Kapolda saat ini sedang memproses hukum seseorang yang melecehkan profesi IDI. Kemudian, lebih dari itu (Jerinx) mementahkan kebijakan pemerintah, menghasut orang untuk tidak mengikuti kebijakan pemerintah. Sementara kita, saya sebagai Gubernur dengan Pak Kapolda, Kajati, siang malam ngurusin ini supaya Bali ini aman dari covid-19,” ujarnya, Selasa (18/8/2020) dalam acara peletakkan batu pertama Pasar Umum Gianyar.
Menurut Koster, apa yang dilakukan Jerinx kurang tepat dilakukan di saat pemerintah tengah berjuang memerangi pandemi Covid-19.
“Ini orangnya "nyeleneh", kalau sampai terjadi banyak positif dan ada yang meninggal, siapa yang bertanggung jawab? Ini bukan urusan kritik mengkritik. Apa yang disampaikan itu bukan kritik, tapi sudah menghasut masyarakat untuk menggagalkan kebijakan pemerintah, tidak taat dengan kebijakan pemerintah. Maka dengan tegas saya mengatakan, dukung apa yang dijalankan oleh Bapak Kapolda. Ini merupakan bagian untuk melindungi masyarakat. Kok kita diaduk-aduk. Gak bisa, sori, saya akan tegas urusan begini. No kompromi terhadap orang-orang yang ingin menggagalkan upaya pemerintah,” ujar Koster.
Koster juga menyindir para kritikusnya yang menurutnya hanya berani bersuara di media sosial saja.
“Namanya isin gumi. Ade ane demen megae, ade ane demen nyatuang pegaen anak. Ade ane demen mrotes gegaen anak. Gagaen ye tuah nyatuang gegaen anak. Merotes gegaen anak, monto gen gegaene (namanya isi bumi, ada yang senang kerja, ada yang suka membicarakan pekerjaan orang, ada yang senang memprotes pekerjaan orang. Kerjaannya hanya menceritakan pekerjaan orang lain. Protes kerjaan orang, itu saja kerjaannya)," ujarnya.
Koster meminta para pengkritiknya agar tidak hanya ramai di media sosial, tapi langsung bertemu dengannya untuk menyampaikan kritikan.
"Kalau mau berhadapan, ya saya hadapi. Apa yang saya lakukan, kan gitu saya. Ini enggak, ini pengecut, beraninya di media sosial. Kalau disuruh sini, jerih masih ye (takut juga dia),” kata Koster.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2947 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun