Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Soal Kasus Jerinx, Ini Respon Gubernur Bali Wayan Koster

Rabu, 19 Agustus 2020, 10:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/file

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Gubernur Bali Wayan Koster angkat suara terkait kasus pemain drum Superman Is Dead Jerinx. Ia menyatakan mendukung proses hukum yang kini tengah berjalan di Polda Bali.
 
“Pak Kapolda saat ini sedang memproses hukum seseorang yang melecehkan profesi IDI. Kemudian, lebih dari itu (Jerinx) mementahkan kebijakan pemerintah, menghasut orang untuk tidak mengikuti kebijakan pemerintah. Sementara kita, saya sebagai Gubernur dengan Pak Kapolda, Kajati, siang malam ngurusin ini supaya Bali ini aman dari covid-19,” ujarnya, Selasa (18/8/2020) dalam acara peletakkan batu pertama Pasar Umum Gianyar.

Menurut Koster, apa yang dilakukan Jerinx kurang tepat dilakukan di saat pemerintah tengah berjuang memerangi pandemi Covid-19.

“Ini orangnya "nyeleneh", kalau sampai terjadi banyak positif dan ada yang meninggal, siapa yang bertanggung jawab? Ini bukan urusan kritik mengkritik. Apa yang disampaikan itu bukan kritik, tapi sudah menghasut masyarakat untuk menggagalkan kebijakan pemerintah, tidak taat dengan kebijakan pemerintah. Maka dengan tegas saya mengatakan, dukung apa yang dijalankan oleh Bapak Kapolda. Ini merupakan bagian untuk melindungi masyarakat. Kok kita diaduk-aduk. Gak bisa, sori, saya akan tegas urusan begini. No kompromi terhadap orang-orang yang ingin menggagalkan upaya pemerintah,” ujar Koster.

Koster juga menyindir para kritikusnya yang menurutnya hanya berani bersuara di media sosial saja. 

“Namanya isin gumi. Ade ane demen megae, ade ane demen nyatuang pegaen anak. Ade ane demen mrotes gegaen anak. Gagaen ye tuah nyatuang gegaen anak. Merotes gegaen anak, monto gen gegaene (namanya isi bumi, ada yang senang kerja, ada yang suka membicarakan pekerjaan orang, ada yang senang memprotes pekerjaan orang. Kerjaannya hanya menceritakan pekerjaan orang lain. Protes kerjaan orang, itu saja kerjaannya)," ujarnya.

Koster meminta para pengkritiknya agar tidak hanya ramai di media sosial, tapi langsung bertemu dengannya untuk menyampaikan kritikan. 

"Kalau mau berhadapan, ya saya hadapi. Apa yang saya lakukan, kan gitu saya. Ini enggak, ini pengecut, beraninya di media sosial. Kalau disuruh sini, jerih masih ye (takut juga dia),” kata Koster.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami