Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Selain Hobi, Layangan Mengandung Makna Edukasi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bermain layangan tidak hanya sekadar menyalurkan hobi ternyata tersirat nilai edukasi kepada generasi muda. Mereka bisa melatih diri untuk bekerja sama antar kelompok, menghargai perbedaan, hingga melatih kesabaran.
"Sebab ada juga layangannya tidak mengudara secara optimal saat lomba, ya harus sabar. Itu, bagi saya, sangat mendidik," ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Mulyawan Arya saat menghadiri kegiatan lomba festival layang-layang yang digelar Relawan De Gadjah Kordinator Pemecutan areal Setra Badung, Minggu (6/9).
Lebih lanjut, Made Mulyawan Arya, yang akrab disapa De Gadjah mengungkapkan meski harus menerapkan protokol kesehatan, para pecinta layang-layang tetap antusias mengikuti lomba. Ia menyebutkan jumlah peserta dibatasi 300 layang-layang, dengan total hadiah Rp.4,5 juta. Menurutnya, lomba semacam ini dibutuhkan masyarakat sebagai hiburan.

"Manfaat lainnya, pedagang-pedagang lain juga mendapat berkahnya karena bisa jualan di sini. Ini sekaligus memberi pesan kepada masyarakat, boleh beraktivitas, namun wajib menerapkan protokol kesehatan," terangnya.
Motivasi kegiatan ini, sebutnya, merupakan bagian dari peringatan hari ulang tahun Relawan De Gadjah. Pada saat pandemi Covid-19, kegiatan disesuaikan dengan keterbatasan waktu dan tempat. Berikutnya, lomba layangan ini akan dikembangkan setiap tahun.
Apabila saat ini hanya layangan dengan karakter Celepuk, berikutnya akan dilombakan karakter lain yang inovatif. Lomba ini dikonsep cukup sederhana. Agar tidak membayarkan, layangan hanya diterbangkan jarak pendek.
Wakil Ketua Panitia, I Gede Kusuma Wijaya, alias Ambla, mengatakan penilaian lomba terdiri dari bentuk layangan, elogan (tarian di udara), gradasi warga motif dan ketahanan layangan di udara.
"Layangannya ada kategori motif, dan polosan. Motif lebih banyak, jumlahnya 200 an. Ukurannya kami batasi hingga 3 meter saja," ungkapnya.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan